Pemangkasan Anggaran PON XX Papua Berdampak pada Kontingen Jatim

Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim. SP/Mahbub Fikri

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pekan Olahraga Nasional XX 2021 yang rencananya akan dihelat di Papua pada 2-15 Oktober mendatang menyisakan cerita pahit untuk para atlet asal Jawa Timur.

Atlet-atlet yang akan berlaga mewakili Jawa Timur itu memasang harapan tinggi kepada Pemerintah Provinsi Jatim untuk dapat memberikan dukungan penuh.

Harapan tersebut diungkapkan menyusul adanya informasi terkait pemotongan anggaran Puslatda Jatim yang dilakukan oleh pemprov.

Sejatinya, pada awalnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim menganggarkan Rp 425 miliar, lalu turun menjadi Rp 390 sekian miliar, dan akhirnya disepakati Rp 192 miliar.

Namun, nyatanya kesepakatan anggaran tersebut kembali berubah setelah pemerintah provinsi kembali memotong Rp 23 miliar yang membuat anggaran tersisa Rp 169 miliar.

Hal tersebut membuat KONI Jatim harus kembali berhitung mengubah rancangan anggaran yang sudah disiapkan untuk menjalankan program finalisasi persiapan. Karena itu, ada beberapa yang terancam seperti peniadaan training camp (TC) dan try out (TO) luar negeri, bisa berimbas pemotongan uang makan, dan pemotongan gaji atlet, mungkin juga pemangkasan cabang olahraga yang diberangkatkan ke Papua.

Salah satu atlet dari cabang olahraga senam, Rozanah Gozana mengaku kecewa karena anggaran tersebut sangat penting dalam hal pemantapan persiapan atlet. Apalagi, target yang dibebankan adalah juara umum, sehingga butuh upaya ekstra untuk mempersiapkan diri melalui program yang disusun tim pelatih.

"Kalau dana untuk pelaksanaan program tersebut dipotong kan akan mempengaruhi semuanya yang telah direncanakan. Bukan hanya KONI tapi semua tergabung dalam KONI seperti kami salah satunya atlet yang berjuang membawa nama Jatim," kata atlet yang akrab disapa Oca itu.

Karena itu, ia sangat berharap ada kebijakan yg lebih baik lagi dari Pemprov Jatim mengingat jadwal PON sudah semakin dekat.

"Masa pemerintah lupa target kita bersama kan merebut juara umum, kalau begini kan banyak program yang menunjang tersebut dipress seminim mungkin. Bagaimanapun juga kita akan fight sih," ungkapnya.

Kekecewaan juga dirasakan oleh Atlet Atletik, Heru Astriyanto yang mengatakan pemotongan itu pasti akan mempengaruhi persiapan tim pasca sebelumnya puslatda melakukan latihan dengan skema new normal tanpa adanya lawan tanding.

"Persiapan menuju PON pasti terkendala karena ditiadakannya kegiatan-kegiatan try out luar negeri atau training camp luar negeri," aku Heru.

Walau begitu, ia mengaku akan tetap menerima apapun keputusannya karena atlet harus menunjukkan semangat pantang menyerah dalam kondisi apapun dalam mencapai impian bersama.

"Saya berharap supaya pemerintah tetap menaruh harapan pada atlet-atletnya. Indikasi negara yang sehat adalah atletnya hebat di semua cabor," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Suwanto Sekretaris Umum KONI Jatim, membenarkan adanya pengurangan anggaran puslatda

" Sebenarnya ini bukan dikepras tapi di refocusing karena kondisi saat ini masih pandemi covid, jadi kami menyesuaikan dengan kondisi," ucap Suwanto saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (18/5).

Dengan begitu, Suwanto beserta jajarannya harus menyesuaikan dengan kondisi porsi anggaran yang dimilikinya, namun dia masih berharap bisa  mendapatkan tambahan anggaran mengingat demi nama baik Jawa Timur di kancah Nasional.

"Kami dan kawan-kawan di KONI terus melakukan upaya komunikasi persuasif dengan pihak pemprov agar bisa mendapatkan tambahan anggaran, karena ini demi nama baik Jawa Timur," ungkapnya. fm