Pembatasan Dicabut, Taj Mahal dan Sejumlah Monumen di India Kembali Dibuka

Taj Mahal kembali dibuka namun dibatas hanya untuk 650 wisatawan.

SURABAYAPAGI.COM, India - Tak dapat dipungkiri, gelombang kedua pandemi covid-19 di India mengakibatkan dampak yang luar biasa di berbagai sektor, salah satunya ekonomi. Guna merevitalisasi sektor ekonomi, otoritas setempat bergeras mencabut pembatasan yang sebelumnya diberlakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 tak semakin meluas.

Kini, icon terkenal dari India Taj Mahal telah kembali dibuka pemerintah setempat pada Rabu (16/6) setelah sebelumnya ditutup dalam upaya menahan lonjakan kasus covid-19.

Kendati demikian, hanya 650 wisawatan yang diizinkan masuk ke dalam bangunan yang dibangun oleh kaisar Mughal Shah Jahan di kota utara Agra pada abad ke-17 itu.

“Hanya 650 wisatawan yang diizinkan masuk ke dalam bangunan Taj Mahal kapan saja,” kata Prabhu Singh, Hakim Distrik Agra.

Selain Taj Mahal, Monumen-monumen lain yang dilindungi federal, termasuk Benteng Merah New Delhi dan Qutub Minar, juga dibuka kembali untuk turis pada Rabu.

Pembukaan monumen untuk para turis itu dilakukan bahkan ketika negara berpenduduk terbesar kedua di dunia itu masih berstatus sangat waspada atas kenaikan angka kerumunan di kota-kota besar yang mengancam akan memicu lonjakan lain kasus infeksi corona.

Media India melaporkan kemacetan lalu lintas dan lonjakan wisatawan pekan ini ke arah stasiun bukit utara Shimla, yang terkenal dengan pemandangan indah puncak Himalaya yang tertutup salju. Kondisi itu semakin meningkatkan kekhawatiran tentang penyebaran virus corona.

Kementerian kesehatan India pada Rabu melaporkan 62.224 kasus baru COVID-19 dalam semalam, sedikit lebih tinggi dari angka kasus pada hari sebelumnya tetapi masih jauh di bawah jumlah kasus saat puncak pandemi pada Mei yang mencatat lebih dari 400.000 kasus infeksi harian.