Pemkab dan Pemkot Probolinggo Kolaborasi Buka Destinasi Wisata

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin (empat dari kanan) dan Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko (lima kanan) bersama sejumlah perangkat daerah berfoto bersama di kawasan TN Bromo Tengger Semeru, Rabu (22/9/2021).

SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Seiring turunnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten dan kota Probolinggo ke level 2, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Probolinggo akan melakukan kolaborasi dan koordinasi terkait dengan pembukaan destinasi wisata

"Momentum itu sangat penting dilakukan antara Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Probolinggo dengan ketentuan Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi," kata Pelaksana tugas Bupati Probolinggo HA Timbul Prihanjoko, Kamis (23/9).

Pemkot Probolinggo melakukan studi referensi di Kabupaten Probolinggo terkait dibukanya destinasi wisata dalam kondisi PPKM Level 2 yang digelar di ruang pertemuan Wisma Ucik, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (22/9).

Tim studi referensi dipimpin langsung Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin diikuti anggota Forkopimda dan segenap pejabat OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo, kemudian rombongan disambut oleh Plt Bupati Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo dan segenap pejabat OPD pemkab setempat.

"Dengan adanya wujud kerja sama yang baik dalam menghadapi tantangan ke depannya, nantinya dapat membangkitkan perekonomian masyarakat," tuturnya.

Ia mengatakan dunia wisata sudah menjadi hal yang luar biasa, setelah Kabupaten Probolinggo diputuskan turun pada level 2 maka memberanikan untuk di bukanya tempat-tempat wisata dan proses pendidikan pembelajaran tatap muka.

"Ada dampak terhadap perekonomian masyarakat khususnya membangkitkan kembali UKM dengan syarat utama menerapkan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemkab Probolinggo harus bersinergi dan berkolaborasi menangani permasalahan-permasalahan yang dihadapi karena kerja sama antardaerah itu untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga diharapkan membawa manfaat dan saling mendukung perekonomian masyarakat.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan kegiatan studi referensi Kota Probolinggo kepada Kabupaten Probolinggo yang dianggap suadara tua untuk sama-sama membuat konsep terkait di bukanya destinasi wisata seperti destinasi wisata nasional Bromo Tengger Semeru.

Kota Probolinggo yang masuk PPKM Level 2 beberapa hari yang lalu setelah Kabupaten Probolinggo yang sudah lama masuk Level 2 memiliki komitmen bersama untuk penanganan COVID-19.

"Melalui studi referensi antara Kota Probolinggo dengan saudara tuanya yaitu Kabupaten Probolinggo sama-sama berjuang agar tidak terjadi lonjakan penularan Covid-19 selama pembukaan objek wisata, sehingga aturan dan kebijakan Kota maupun Kabupaten Probolinggo untuk disamakan tanpa ada perbedaan," katanya.

Setelah kegiatan tersebut, Wali Kota Probolinggo bersama Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan segenap OPD Pemkab Probolinggo juga menuju lokasi wisata Seruni Point Bromo Tengger Semeru di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.