Pemkab Kediri Kaji Penerapan WFH ASN 100 Persen

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemkab Kediri saat ini tengah mempertimbangkan penerapan work from home (WFH) bagi seluruh ASN seiring banyaknya bermunculan klaster-klaster penularan covid-19 dari masing-masing dinas.

Selain itu, berdasarkan data dari Satgas covid-19 Jawa Timur, per Senin (28/6) kabupaten kediri berada di posisi kedua dalam kasus meninggal dunia terbanyak akibat covid-19 setelah Bangkalan.

"Pemkab sedang mempertimbangkan untuk WFH (work from home) 100 persen karena mulai banyak klaster ASN dari masing-masing dinas," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Selasa (29/6/2021).

Selain untuk menekan penyebaran covid-19, penerapan WFH juga memberikan perawatan yang maksimal kepada warga yang terjangkit dan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Mas Bup panggilan akrabnya juga telah memerintahkan dilakukan micro lockdown atau pembatasan berskala kecil di Desa Jati, Kecamatan Tarokan. Penutupan ini untuk menghambat laju penyebaran virus yang telah menjangkiti kawasan ini.

"Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan mikro lockdown di beberapa daerah lain melihat tren yang trus meningkat," imbuhnya.

Untuk mempercepat gerak dan koordinasi Satgas COVID-19, Bupati Kediri juga menerbitkan SE tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan COVID-19 di tingkat desa dan kelurahan.