Pemkab Kediri Luncurkan Paviliun VVIP untuk Pasien Covid-19

Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana (pakai rompi) didampingi Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Rully Eko Suryawan, Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, dan Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi.

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri meluncurkan pengembangan layanan isolasi, program telemedicine, persalinan ibu hamil Covid-19 di 33 puskesmas Kabupaten Kediri dan paviliun VVIP serta relawan penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG), Rabu (25/8/2021).

Peluncuran gedung paviliun VVIP RS SLG yang digunakan untuk pasien Covid-19 ini juga merupakan tindakan nyata Mas Bup, sapaan akrab Bupati Kediri, untuk menekan angka BOR dengan penambahan 66 tempat tidur.

"Paviliun VVIP ini menjadi gedung khusus penanganan pasien Covid-19,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Selain meluncurkan gedung paviliun VVIP tersebut, Mas Bup juga meluncurkan program telemedichine, program pendampingan 87 dokter di Kabupaten Kediri kepada masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Program tersebut merupakan kerja sama antara Pemkab Kediri, Ikatan Dokter Indonesia, serta 27 apotek yang tersebar di 26 kecamatan.

"Jadi warga yang isolasi mandiri bisa menghubungi dokter pendamping, kemudian tinggal menebus obat di 27 apotek tersebut,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Mas Bup berharap kepada masyarakat yang dirasa tidak sanggup melakukan isolasi mandiri segera lapor kepada perangkat desa maupun kecamatan untuk segera bergeser ke isolasi terpadu atau terpusat (isoter).

Menurut Mas Bup, Pemkab Kediri akan memberikan bantuan kepada keluarga yang kepala keluarganya menjalani isolasi di isoter. "Saya sudah minta kepada dinas kesehatan dan dinas sosial untuk bekerja sama. Jadi kalau kepala keluarganya menjalani isolasi di isoter, kami berikan bantuan khusus untuk keluarga yang berada di rumah," tutup Mas Bup.

Hadir dalam acara tersebut, yakni Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Rully Eko Suryawan, Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, dan Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebutkan, salah satu indikator menurunnya jumlah pasien Covid-19 adalah tingkat bed occupancy ratio (BOR). Ini terbukti dengan Kabupaten Kediri pernah mencapai angka bor 116 persen dan per hari ini Kabupaten Kediri mampu menekan angka BOR tersebut hingga 58 persen, sedangkan di RSUD SLG sendiri angka BOR berada pada 30 persen.