Pemkab Trenggalek Ajukan Pinjaman Rp 250 M

Bupati Trenggalek Mohcammad Nur Arifin.

Digunakan untuk Menambah Fasilitas yang Ada RSUD dalam Rangka Fokus Tangani Covid-19

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Trenggalek - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Trenggalek mengajukan dana pinjaman senilai Rp 250 miliar yang rencananya akan digunakan untuk membangun ruang-ruang penunjang penanganan covid-19 di wilayahnya.

Dan saat ini, Pemkab Trenggalek sedang melengkapi berkas syarat administrasi untuk pengajuan dana pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Ini sekarang kami masih menunggu balasan. Kami juga masih menyiapkan syarat-syarat administrasinya,” kata Bupati Trenggalek Mohcammad Nur Arifin, Minggu (25/7).

Dengan mempertimbangkan banyak hal, Pemkab Trenggalek optimis dana hutang tersebut bisa tersalur ke wilayahnya.

Mas Ipin (panggilan Bupati Trenggalek) mengatakan, fokus saat ini adalah penanganan pandemi yang belum juga melandai pada akhir Juli ini.

“Kami sekarang fokusnya penanganan covid. Sehingga kami rencanakan untuk menambah fasilitas yang ada di RSUD. Dengan pengajuan pinjaman program PEN, harapannya bisa secepat mungkin terealisasi,” sambung politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diketahui, RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, yang menjadi RS rujukan covid, sempat mengalami kelebihan kapasitas.

Pasien-pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) harus rela dirawat di ruang tunggu karena jumlah pasien yang membeludak.

Maka dari itu, pemkab ingin membangun tempat khusus penanganan Covid-19, selain ruang isolasi yang sudah ada.

“Kami ingin membangun IGD khusus covid, ICU (Intensive Care Unit) khusus covid. Dan menambah ruang isolasi di rumah sakit,” sambung Mas Ipin.

Dengan adanya rencana baru itu, pemkab akhirnya urung membangun rumah sakit baru di wilayah Kecamatan Watulimo.

Mas Ipin mengatakan, rencana pembangunan rumah sakit baru itu akan diganti dengan memperluas sarana dan prasarana di dua puskesmas yang ada di wilayah itu, yakni Puskesmas Slawe dan Puskesmas Watulimo.

“Rencana ini berdasarkan kondisi sekarang yang kami jadikan pertimbangan rasional. Jadi semua sama-sama penting. Dan kami prioritaskan pada rencana yang terpenting,” pungkasnya.