Pemkab Tulungagung Pindahkan Isoter untuk Persiapan PTM

Bupati Tulungagung Marwoto Birowo.

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Masuk PPKM Level 3, pemerintah kabupaten (Pemkab)Tulungagung mulai ancang-ancang mempersiapkan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM).

 Salah satu persiapan yang dilakukan pemkan yakni melakukan asesmen ulang ke setiap sekolah, termasuk memindahkan lokasi isolasi terpusat (isoter) pasien covid-19.

Menurut Bupati Tulungagung Marwoto Birowo, saat ini ada 17 gedung sekolah yang difungsikan untuk lokasi isoter.

“Ada 14 SD dan 3 SMP yang dipakai Isoter. Secepatnya akan kami pindahkan,” terang Mayoto Birowo.

Lanjutnya, pemindahan lokasi Isoter ini telah dibahas dan tidak ada kendala.

Sebab jumlah pasien Covid-19 di Tulungagung saat ini telah menurun drastis, sehingga jumlah pasien yang akan dipindahkan tidak terlalu banyak

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung juga telah memikirkan lokasi penggantinya.

“Ada yang dipindahkan di gedung serbaguna atau di Posko Desa. Sekarang masih persiapan pemindahan,” ucap Maryoto.

Maryoto berharap pembelajaran tatap muka bisa dilakukan secepatnya.

Sebab sebelumnya setiap sekolah telah melakukan persiapan dan sudah pernah diasesmen.

Kini Satgas tinggal melakukan asesmen ulang untuk memastikan kondisi setiap sekolah.

“Harapannya minggu depan bisa dimulai. Tapi kita fleksibel saja, menyesuaikan persiapan,” ujar Maryoto.

Karena berada di Level 3, pembelajaran dilakukan 50 persen dari kapasitas.

Setiap hari lamanya pembelajaran 2-4 jam, tanpa jam istirahat dan hanya satu kali pembelajaran.

Tidak diperbolehkan dalam satu hari ada dua kali pembelajaran atau sistem shift.

“Jadi tidak boleh pagi ada pembelajaran, lalu siang ada pembelajaran gelombang berikutnya. Harus sekali selesai,” pungkas Maryoto.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmat, mengatakan jika pasien di Isoter bisa dipindah ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) UIN dan Rusunawa Jepun.

Sebab saat ini jumlah pasien sangat menurun. Di RSDC UIN misalnya, dari kapasitas 80 pasien saat ini hanya terisi 40 pasien.

Sedangkan di RSDC Rusunawa Jepun, dari 80 kapasitas saat ini terisi 10 pasien.

“Secepatnya akan kami pindahkan menyesuaikan kesiapan PTM,” ujar dr Kasil.