Pemkot Mojokerto Launching Home Care Gratis Lansia dan Disabilitas

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memantau jalannya proses fisioterapi di kediaman salah satu warganya yang menderita penyakit stroke. SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto melaunching layanan home care gratis bagi para lansia dan kaum disabilitas. Layanan berupa fisioterapi ini hasil kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto.

Tak tanggung-tanggung, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Mojokerto, Choirul Anwar turun langsung memantau jalannya proses fisioterapi di kediaman salah satu warga yang menderita penyakit stroke.

Petinggi Pemkot ini menyaksikan bagaimana petugas ahli fisioterapi dari Baznas Kota Mojokerto melakukan terapi penyembuhan terhadap pasien bernama Ibu Sumik, beralamat di Jalan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Senin (7/6/2021) pagi.

Kepada Surabaya Pagi, Ning Ita mengatakan Baznas akan terus bekerjasama dengan Pemkot Mojokerto untuk melakukan program-program pelayanan kepada masyarakat dengan berbagai capaian indikator di bidang sosial.

" Nah salah satunya dalam peningkatan kualitas hidup lansia dan para disabilitas, ada beberapa program yang dimiliki oleh baznas terkhusus hari ini launching layanan home care bagi para lansia," ujarnya.

Ning Ita menyebut Baznas Kota Mojokerto memiliki relawan yang bergerak di kegiatan fisioterapi. Mereka memiliki kompetensi tinggi di bidang terapi.

"Jadi ini sangat mendukung dalam capaian program pemkot Mojokerto khususnya di bidang sosial peningkatan kualitas hidup manusia baik bagi disabilitas maupun lansia," tukasnya.

Wali Kota berharap para kaum marginal ini bisa mandiri dan tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Dan salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian tersebut yakni dengan memperhatikan derajat kesehatannya.

"kualitas kesehatan mereka harus kita optimalkan agar mereka tidak menghantungkan diri terkait kebutuhan hidupnya dan kegiatan kesehari-hariannya kepada anggota keluarganya ataupun masyarakat sekitar," pungkasnya.

Terpisah, Dwi Hariadi, Ketua Baznas Kota Mojokerto mengatakan, ada sekitar 40 orang yang sudah mengajukan fisioterapi ke Baznas. Pengajuan tersebut termasuk untuk pengajuan bantuan alat kesehatan berupa kursi roda bagi warga yang membutuhkan.

"Dari puluhan pengajuan ada beberapa yang tidak memenuhi syarat. Karena fisioterapi ini di lakukan untuk pasien stroke, sedangkan pasien diabetes tidak diperbolehkan," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Dwi, pihaknya akan melakukan identifikasi ke nama-nama yang diajukan tersebut. Jika memang memenuhi standart kesehatan maka pihaknya akan menurunkan tenaga fisioterapi Baznas ke rumah yang bersangkutan.

"Kita akan rutin lakukan fisioterapi gratis, sebulan sebanyak empat kali. Kita akan mendatangi pasien sesuai permintaan dari kader kesehatan kelurahan," tegasnya.

Dwi menambahkan, rencananya Baznas Kota Mojokerto akan menambah sebanyak mungkin relawan Kesehatan fisioterapi.

"Karena ini adalah bentuk kerja sosial, kita melihat kemanusiaan bukan mengejar keuntungan," cetusnya. Dwy