Pemkot Mojokerto Segera Entas 80 LKM Naik Status menjadi Koperasi

Wali Kota Mojokerto saat membuka pelatihan Perkoperasian bagi LKM se Kota Mojokerto. SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto menggelar pelatihan perkoperasian bagi Lembaga Keuangan Mikro (LKM), di aula Kantor Kecamatan Magersari, Senin (7/6) siang.

Acara yang dibuka Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari ini diikuti oleh 80 orang dari 225 LKM se Kota Mojokerto.

Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan LKM ini termasuk kelompok pra koperasi. 

"Mereka diberikan pelatihan terkait perkoperasian dengan harapan nantinya mereka segera mengajukan badan hukum sebagai koperasi," ujarnya.

Tak hanya itu, LKM ini diharapkan dapat meningkatkan peran koperasi di dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kita arahkan mereka untuk mendukung soko guru perekonomian Indonesia dengan mempercepat peningkatan status berbadan usaha koperasi," tandasnya.

Kabag Umum Sekdakot Mojokerto ini menjelaskan pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi selama 6 hari. Dimulai tanggal 7 s/d 12 Juni 2021.

"Kita datangkan narasumber dari Lembaga Diklat Profesi Koperasi Jasa Keuangan (LDP KJK) Primmako Malang. Yakni Drs. Mudji, MM dan Drs. Soehartoyo," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam sambutannya mengatakan pada prinsipnya Pemkot Mojokerto memyambut baik pelatihan perkoperasian bagi LKM yang sasaran pesertanya di prioritaskan pra koperasi yang ada di Kota Mojokerto.

"Keberadaan pra koperasi hampir ada bersemi di setiap sudut kelurahan baik di tingkat RT, RW maupun Kelurahan, keberadaannya secara nyata telah banyak membantu perekonomian masyarakat atau kerakyatan di lapisan bawah," tambahnya.

Hal ini, lanjut Ning Ita, telah memberikan energi positif untuk menambah kekuatan dan ketahanan perekonomian kota dan nasional dengan koperasi. "Nantinya sebagai wadah terakhir untuk menghimpun pra koperasi karena koperasi adalah soko gurunya," imbuhnya.

Ning Ita berharap melalui pelatihan ini diharapkan para pelaku usaha pra koperasi ini benar-benar diberikan motivasi dan materi yang semaksimal mungkin tentang perkoperasian. 

Sehingga pra koperasi nantinya dapat memahami secara utuh dan maksimal bahwa betapa pentingnya kelembagaan prakop yang belum berbadan hukum ditingkatkan menjadi lembaga koperasi yang berbadan hukum. 

"Terlebih dengan adanya UU Cipta Kerja Nomor 11 tahun 2020 telah diberikan kemudahan untuk persyaratan pendirian koperasi," tuturnya.

Masih kata Ning Ita, inkubasi wirausaha yang dilakukan oleh Pemkot Mojokerto nantinya akan diwadahi oleh koperasi dengan anggota yang memiliki usaha sejenis.

"Tahun ini akan berdiri 18 koperasi untuk menampung wirausahawan baru hasil dari program inkubasi wirausaha," tandasnya. Dwy