Pemkot Pasuruan Genjot Vaksinasi Demi Terwujudnya Herd Immunity

Pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Pasuruan beberapa waktu yang lalu. SP/Ris

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi) menjelaskan, dengan percepatan vaksinasi, herd immunity (kekebalan kelompok) akan terbentuk. Pemkot Pasuruan pun terus menggenjot vaksinasi untuk menaikkan persentase vaksin.

"Salah satu usaha kita disiplin prokes seperti jaga jarak dan bermasker, hal lain yang diupayakan juga dengan vaksinasi karena dengan ini bisa membentuk herd immunity kita semua," ucap Mas Adi saat tinjau vaksinasi di Rumah Vaksin, selasa (12/04)

Mas Adi menjelaskan bahwa Pemkot terus genjot vaksinasi untuk menaikkan persentase vaksin. Hal ini pun ditandai dengan meningkatnya angka vaksinasi, untuk vaksinasi umum memenuhi target 110%, vaksin kedua 91%, booster 17,30%. sedangkan untuk lansia vaksin pertama mencapai 72.18%, vaksin kedua 61,62% dan booster 17.10%.

Berkat segala upaya yang telah dilakukan, capaian vaksinasi Kota Pasuruan menurut Mas Adi telah mencapai target yang telah diharapkan.

"Ini salah satu ikhtiar kita juga. Pemerintah pusat sudah menyampaikan, tadinya jarak dari dosis 2 ke dosis 3 itu harus 6 bulan. Tapi, sekarang sudah jadi 3 bulan," jelasnya.

Terkait itu, rumah vaksin selama bulan Ramadhan akan dibuka setiap harinya namun dengan jam tertentu. Untuk pagi dibuka pada pukul 08.00-13.00 , sedangkan sore pukul 16.00-21.00 WIB. Ini untuk memfasilitasi masyarakat dalam memenuhi vaksin, bukan hanya persoalan mendekati mudik di hari raya.

Rumah vaksin ini akan terus dibuka setiap harinya, tapi jam operasional pun ada perubahan di bulan Ramadhan ini, mulai pagi sampai siang dan sore sampai malam. Agar masyarakat dapat vaksin kapanpun," ujar Mas Adi.

Ke depannya, Mas Adi akan selalu mengerahkan jajarannya dalam memberikan upaya terbaik guna mensukseskan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat Kota Pasuruan.

Vaksinasi kita sudah mencapai lumayan tinggi, kita akan selalu optimalkan agar capaian vaksinasi sesuai dengan target dari pemerintah," tutupnya. ris