Pendonor Turun 50 Persen, PMI Butuh 300 Plasma Konvalesen Setiap Hari

Salah satu pendonor plasma konvalesen.SP/SAMMY MANTOLAS

SURABAYAPAGI,Surabaya - Jumlah pendonor plasma konvalesen di Jawa Timur saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.  Tak tanggung-tanggung penurunan tersebut mencapai hingga 50 persen. Alhasil, Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kurang lebih sekitar 300 kantong darah yang dibutuhkan PMI setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan transfusi darah di berbagai rumah sakit.

 Bahkan Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya dr. Budi Arifah sebelumnya menyampaikan, PMI Surabaya kehabisan stok plasma khususnya stok plasma konvalesen golongan darah B. 

Celakanya banyak rumah sakit yang saat ini justru banyak meminta plasma konvalesen dengan golongan darah B.

 "Stok plasma konvalesen saat ini ada 42 bag, golongan A 7, O 19, AB 16. Jadi yang kosong adalah golongan darah B. Permintaan plasma konvalesen ada antrian 30 pasien, 10 dari Surabaya dan 20 dari luar Surabaya semua golongan B," kata dr. Budi Arifah belum lama ini

Hingga saat ini, terdapat kurang lebih 1.400 pendonor plasma konvalesen. Setiap pendonor bisa mendapatkan dua hingga empat kantong. Sementara untuk permintaan plasma konvalesen, saat ini mencapai 50 pasien setiap harinya. 

 Sejak 18 Januari lalu, PMI Surabaya mendapatkan donor plasma konvalesen dari berbagai pihak, baik dari pihak swasta, RS Lapangan, Polrestabes, Polda Jatim, hingga pemerintah kota. 

Di awal-awal adanya plasma konvalesen, penyintas PMI Surabaya hanya mendapatkan 10-15% yang sudah lolos screening. 

 "Tetapi, semakin hari semakin bertambah, dan kini sudah mencapai 74% yang lolos screening," katanya

 Pentingnya plasma konvalesen sendiri juga ditanggapi oleh bagian transfusi darah RSUD Dr.Soetomo, dr. Agi Harliani Soehardjo. Menurutnya, fungsi donor plasma konvalesen adalah sebagai salah satu alternatif dalam proses penanganan dan penyembuhan penderita covid-19 pada gejala sedang dan berat.  

"Fungsi plasma yang didonorkan kepada penderita covid-19 adalah memberikan tambahan kadar imunitas yang terkandung dalam plasma konvalesen dari penyintas, masuk ke darah reseptor untuk kemudian bereaksi melawan covid," kata dr. Agi Harliani dalam rilis yang diterima Surabaya Pagi, Rabu (31/02/2021).

 Adanya transfusi tersebut, penerima donor akan langsung menerima plasma konvalesen yang berisi antibodi covid-19 yang menjadi pasukan melawan virus. 

"Memang penggunaan TPK (Terapi Plasma Konvalesen) hingga saat ini terus berkembang dalam hal riset dan keefektifannya, sehingga Unit Transfusi Darah RSUD Dr Soetomo sendiri juga masih membutuhkan banyak pendonor plasma konvalesen untuk pasokan spesimen yang digunakan untuk penelitian," katanya.sem