Pengendara Taksi Online hingga Sales Keluhkan Penutupan Jalan di Surabaya

Penutupan Jalan di depan Mall Cito, Jl Ahmad Yani, Surabaya. SP/ANGGADIA MUHAMMAD

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Dalam masa PPKM Darurat, pihak kepolisian menutup Tujuh ruas jalan di Kota Surabaya guna menekan mobilitas masyarakat. Tujuh jalan tersebut adalah Jalan Ahmad Yani ruas masuk Kota Surabaya, Kemudian tiga ruas jalan Physical Distancing yaitu Jalan Raya Darmo (Al-Falah sampai Polisi Istimewa), Tunjungan (Siola sampai Hotel Majapahit), dan Pemuda (Monkasel sampai air mancur) yang sebelumnya ditutup pukul 20.00 sampai 05.00 WIB, mulai Rabu (7/7/2021) pukul 18.00 WIB ditutup 24 jam. 

Kemudian tiga ruas jalan yang sebelumnya tidak ditutup, ditutup mulai pukul 20.00 sampai 05.00 WIB. Ketiga ruas jalan itu yaitu Jalan Gubernur Suryo (Sampai depan Gedung Grahadi), Raya Kertajaya (Mulai simpang Darmawangsa sampai Samsat Menur), dan Jemur Andayani (Mulai simpang tiga sampai Kantor Pos). 

Sayangnya, kebijakan ini membuat beberapa masyarakat merasa kesulitan. Seperti yang dialami oleh Sugeng, salah satu pengendara taksi online. Kepada Surabaya Pagi ia menjelaskan bahwa penutupan jalan tersebut berimbas kepada waktu dan bensin yang ia keluarkan untuk beroperasi. 

"Jalannya muter semua mas, kalo motor enak masih bisa lewat jalan tikus. Lah saya ini mobil belum lagi macetnya kan rugi di bensin sama waktu perjalanan", ujarnya saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Kamis, (5/7/2021). 

Ia pun menjelaskan kondisi ini justru mempersulit kaum cilik di masa pandemi ini. Ia pun juga memaparkan bahwa ia tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah. 

" Bikin tambah susah mas, saya gak pernah dapat bantuan dari pemerintah, cari penumpang ya sulit sekarang biaya operasional juga harus nambah", kata sugeng.

 Sepakat dengan Sugeng, Fajar (bukan nama sebenarnya) yang bekerja sebagai salah satu Sales Kredit salah satu Bank Swasta ini juga punya pendapat bahwa penutupan jalan ini mempersulit mobilitasnya untuk mencari customer. 

"Rumah saya Sidoarjo mas, kantor saya di Surabaya, kan ya harus muter muter imbas penutupan ini. Belum lagi kalau mengunjungi customer gitu ya gimana harus muter juga", ujarnya. 

Sebelumnya, keputusan menutup sejumlah ruas di Kota Surabaya diambil berdasarkan evaluasi dari petugas karena masih melihat mobilitas masyarakat yang masih tinggi. 

"Berdasarkan evaluasi PPKM Darurat hari kelima ini kepadatan di Kota Surabaya masih terlihat. Kepatuhan sektor non esensial maupun esensial juga masih kurang,” ujar AKBP Teddy Candra Kasatlantas Polrestabes Surabaya.ang