Pengurusan IMB Rumah Makan Asela Terkatung-katung

Owner Asela di kantor DPRKP kabupaten Sampang.

SURABAYAPAGI,Sampang - Pengurusan pengembangan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Rumah Makan Asela, di Desa Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur dipersulit dan terkatung katung.

Permasalah itu timbul, setelah dari pihak RM Asela mau mengurus pengembangan IMB.

Tidak sampai disitu, pihak RM Asela bahkan sudah mentransfer sejumlah uang ke oknum F inisial, salah satu oknum di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Sampang.

Namun sampai sekarang, pengembangan IMB tersebut tidak kunjung selesai.

Owner Asela, Bukat Riyono Mengatakan, dari pihak Asela ingin mengurus pengembangan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), namun dari oknum DPRKP Kabupaten Sampang mempermainkannya.

"Ada apa ini, kok ada permainan seperti ini," ujarnya, senin (8/3/2021).

Padahal kata Bukat, dirinya sudah mentransfer sejumlah uang kepada oknum tersebut.

"Saya sudah mentransfer uang sejumlah Rp 8 juta pada 11 februari 2021 lalu," katanya.

Pihaknya sudah mengajukan pengembangan IMB pada tahun 2020 yang lalu, setelah berkas lengkap, saya diminta transfer uang agar IMBnya cepat selesai.

"Agar IMB cepat selesai, saya disuruh transfer uang, setelah transfer oknum tersebut menghilang," terangnya.

Terpisah, Wahyu, Kepala bidang Perumahan dan Pertanahan di DPRKP Sampang saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum mengetahui hal itu.

"Sampai sekarang pihaknya belum menerima berkas terkait pengembangan IMB itu," terangnya.

Menurutnya, proses itu tidak ribet, kalau berkasnya sudah lengkap kita proses, tidak sampai hitungan jam selesai sudah.

"Pengurusan itu tidak sampai segitu juga biayanya, hanya Rp 2500 per meter persegi," terangnya.

"Akan kita telusuri. dan akan kita pertemukan oknum tersebut dengan pihak RM Asela," katanya.gan