Penurunan Stunting di Lamongan Ditarget di Angka 18,1 Persen

Ketua PKK Lamongan Anis Kartika saat membuka internalisasi pengasuhan balita dalam rangka penurunan stunting kepada masyarakat. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Penurunan stunting di Lamongan diikhtiarkan diangka 18,1 persen, asal semua OPD ikut gencarkan kolaborasi, karena penyebab stunting berasal dari multi sektor yakni gizi, pola asuh, dan sanitasi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Anis Kartika dalam sambutan pada kegiatan internalisasi pengasuhan balita dalam rangka penurunan stunting kepada masyarakat, Rabu (7/12/2022) di Aula Gadjah Mada Pemkab Lt.7.

Disebutkan olehnya, Pemkab Lamongan menghadirkan TPPS ini agar mendorong percepatan penurunan stunting. TPPS bekerja sama dengan seluruh OPD di Lamongan sesuai tugasnya masing-masing untuk mengatasi stunting. Seperti diadakannya posyandu oleh Dinkes, audit oleh Dinas PPPA, menjamin kelayakan sanitasi oleh Dinas PUPR, dengan Dinas PMD, dan masih banyak lagi

Pemerintah Kabupaten Lamongan berperan penting dalam mendorong percepatan penurunan stunting, dengan itu diadakan ragam kegiatan diantaranya ialah 2 kali audit kasus stunting setiap semester, posyandu, rembug stunting, perbaikan sanitasi, membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Bidan, Kader TP PKK dan Kader KB, menggelar mini lokakarya, Duta Genre, posyandu remaja, Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja, menggunakan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) kepada calon pengantin, dan kegiatan hari ini yakni internalisasi pengasuhan balita.

"Lamongan ditargetkan menempati angka 18,1% pada stunting, karena tahun 2021 lalu kita menempati 20,5%. Ikhtiar Lamongan sangat kuat dengan membentuk TPPS, melaksanakan audit, posyandu, menggerakkan TPK, dan masih banyak lagi," kata Anis dihadapan 300 undangan dari PKK Lamongan, TPK Lamongan, Bunda Genre, keluarga baduta, keluarga balita, dan lainnya.

Masifnya komitmen penurunan stunting diharapkan mencapai target yang sudah ditetapkan. Karena turunnya angka stunting akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia serta pembangunan di masa mendatang.

"Bismillah kita bisa mencapai target, saya apresiasi kegiatan-kegiatan yang dicanangkan dan kinerja pihak terkait. Semoga profesionalitas dan kerja sama kita terwujud," harap anis. jir