Penyandang Disabilitas dan ODGJ di Surabaya Mulai Divaksin Covid-19

Petugas menyuntikan vaksin covid-19 pada salah satu ODGJ .SP/PEMKOT SURABAYA

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan setempat mempercepat proses vaksinasi Covid-19 tahap ketiga dimana salah satu sasarannya untuk penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Kami kebut, karena masih banyak," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita, Jumat (4/6).

Ferbia memastikan target sasaran vaksinasi tahap ketiga yang sudah dimulai sejak Kamis (4/6) untuk penyandang disabilitas sebanyak 5.394 orang. Sedangkan target sasaran untuk ODGJ 3.671 orang.

Ia mengaku telah memberikan vaksin Covid-19 kepada 916 orang pada hari pertama, dengan perincian 481 orang penyandang disabilitas dan 435 orang ODGJ.

Ia menjelaskan para penyandang disabilitas itu dilakukan vaksinasi di Puskesmas terdekat sesuai wilayah masing-masing. Sedangkan untuk pasien ODGJ, petugas Puskesmas mendatangi lokasi pasien di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos).

"Datanya dari Dinas Sosial, kita yang lakukan vaksinasi. Tapi, kami lebih khususkan pada ODGJ yang usianya di atas 18 tahun," ujarnya.

Ia meminta kerja sama dan dukungan kepada seluruh peserta vaksin tahap III. Ia berharap mereka tidak menolak dan menunda pelaksanaan vaksinasi.

Sebab, vaksinasi penting dilakukan agar masyarakat memiliki antibodi, sehingga tidak mudah terpapar Covid-19.

“Mohon kerjasamanya kepada seluruh peserta vaksin tahap III. Tidak perlu cemas dan khawatir, semua ini kita lakukan agar kota kita terbebas dari pandemi Covid-19 dan warga sehat,” katanya.

Selain para penyandang disabilitas dan ODGJ, vaksinasi tahap ketiga ini juga akan menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan penghuni rusun yang dikelola oleh Pemkot Surabaya. Rencananya, MBR ini disuntik vaksin pada 5 Juni 2021 dan penghuni rusun pada 6 Juni 2021.nt/na