Penyandang Tunadaksa Berprestasi yang Borong 3 Mendali Cabor

Ani Dewi Astuti saat mengikuti latihan rutin bersama dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tumbuh dan besar hanya dengan satu kaki, tidak membuatnya minder dan putus asa, seperti Ani Dewi Astuti yang merupakan penyandang tunadaksa kini unjuk prestasi dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Blitar dan membawa pulang tiga medali dari tiga cabang olahraga (cabor) berbeda pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jatim 2021.

Tiga cabor sekaligus tersebut di antaranya yakni tolak peluru, lempar cakram, dan lempar lembing. Semenjak rajin berlatih sebagai seorang atlet, kedua tangannya menjadi aset yang paling berharga. Sebab, dengan kedua tangannya, menjadi tumpuan dan kekuatan terbesar dalam mengikuti latihan.

Ani Dewi Astuti meski hanya dengan satu kaki, dia tak menyerah untuk terus meraih harapan dan potensi olahraga yang dimilikinya. Dirinya mulai tergabung dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Blitar sejak 2018. Kala itu dirinya menerima tawaran untuk menjadi atlet paralimpik.

"Saya gabung ke NPCI itu sekitar tiga tahun lalu karena ditawari dan tertarik, ya sudah mau ikut gabung. Karena saya mau menjadi orang yang bermanfaat meskipun saya punya kekurangan," ujarnya, Senin (7/6/2021).

Buah dari semangat pantang menyerah serta tak pernah menganggap remeh latihan rutin dipetiknya. Tahun ini, untuk kali pertama perempuan berjilbab itu bisa membawa pulang medali emas dari ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jatim 2021.

"Alhamdulillah kemarin bisa bawa pulang tiga medali. Juara satu tolak peluru, juara dua lempar cakram, sama juara tiga lempar lembing," bebernya semringah.

Kini, jadwal latihan semakin padat. Sebab, dirinya dipastikan bakal mengikuti ajang setara dengan Pekan Olahraga Nasional (PON), yakni Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) yang kabarnya bakal digelar pada akhir tahun ini. Untuk itu, dia mulai menyiapkan fisik dan mental.

"Semoga saja saya dan teman NPCI lainnya bisa membawa nama Kabupaten Blitar. Jadi ke depannya pemerintah daerah bisa melihat dan mendampingi potensi kami. Karena saya yakin masih banyak orang seperti saya yang berpotensi untuk menjadi kebanggaan orang banyak," ungkapnya. Dsy10