Percepatan Vaksinasi, Pemkab Banyuwangi Fungsikan 45 Puskesmas

Pemkab Banyuwangi memfungsikan 45 puskesmas di wilayah Banyuwangi untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19. SP/PEMKAB BANYUWANGI

SURABAYAPAGI, Banyuwangi - Untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memfungsikan 45 puskesmas di wilayah. Percepatan proses vaksin esebut utamanya untuk kelompok lanjut usia.

"Alhamdulillah, Banyuwangi telah menerima tambahan 254.180 lebih dosis vaksin. Terima kasih Presiden Jokowi dan Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa. Dari jumlah tersebut, kami prioritaskan 150.000 vaksin diperuntukkan bagi lanjut usia," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Rabu (19/5).

Ia mengatakan juga telah memerintahkan seluruh puskesmas untuk aktif jemput bola ke rumah-rumah warga lanjut usia, dan dalam dua hari terakhir cukup banyak petugas yang jemput bola di rumah lansia.

Meskipun dilaksanakan di rumah atau jemput bola, katanya, prosedur vaksinasi tetap ditegakkan seperti pemeriksaan awal dan mengecek kejadian ikutan (dampak) pascavaksinasi. "Saya sudah bertemu Dinas Kesehatan dan rapat dengan puskesmas. Seluruh puskesmas siap melakukan vaksinasi bagi lansia. Lansia bisa langsung vaksin di situ. Jadi enggak perlu daftar cukup bawa KTP, usianya 60 tahun ke atas, bisa langsung vaksin di puskesmas terdekat," tutur Ipuk.

Bupati Ipuk berharap agar target 150.000 vaksinasi COVID-19 untuk lanjut usia bisa terpenuhi di Banyuwangi. "Insyaallah tidak perlu khawatir, tolong bantu sampaikan ke orang tua, kakek, nenek, tetangga dan semuanya yang tergolong lansia, jangan ragu ikut vaksinasi, ini halal dan aman," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menyebutkan bahwa Banyuwangi telah menerima vaksin AstraZeneca sebanyak 254.180 dosis. "Kami imbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi sesat atau hoaks tentang vaksin, dan mari kita bersama-sama memperkuat imun, salah satunya dengan vaksin COVID-19," kata Rio, sapaannya.

Rio menjelaskan, vaksin yang diterima sebanyak 150.000 dosis diperuntukkan bagi lansia, dan sisanya akan untuk petugas pelayanan publik, dilanjutkan para pelaku ekonomi dan kalangan lainnya. "Teknisnya nanti menyesuaikan. Selain di puskesmas, bisa saja digelar di balai desa atau dusun, bahkan rumah warga kalau memang kondisinya mengharuskan petugas yang jemput bola. Target kami, akhir Juni vaksinasi untuk lansia bisa diselesaikan," paparnya.(nt/na)