Perempuan Penulis Padma Rayakan Kemerdekaan dengan Sastra

Triana Damayanti salah satu penulis buku Rumah Berdinding Kisah

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Anggota komunitas Perempuan Penulis Padma ( PERLIMA) Cabang Sidoarjo, menggelar pesta puisi dan diskusi buku di Rumah Budaya Jl Malik Ibrahim Sidoarjo, Sabtu (13/8/2022) malam.

Malam Sastra PERLIMA diadakan sebagai ajang silaturahmi antar komunitas dengan mengambil momentum kemerdekaan Republik Indonesia. Malam Sastra akan menghadirkan para penyair, dan seniman serta penulis kondang antara lain Sunlie Thomas Alexander (Pemenang Anugerah Cerpen Kompas ), Ribut Wijoto (Penyair dan Komite Sastra Dekesda), Henry Nurcahyo (Aktivis Budaya Panji).

Ada pula Barbara Eny (Penulis buku anak), Afrizal Malna (Penulis & Seniman), Adi Wicaksono (Penulis & kurator), Don Aryadien (aktor dan deklamator Surabaya), dan sejumlah penyair dan penulis lainnya.

"Selain pesta pembacaan puisi, acara inti malam ini adalah diskusi buku Rumah Berdinding Kisah., merupakan buku ke dua PERLIMA yang diluncurkan pada bulan Juli 2022 di Surabaya," kata Ketua Panitia Dian KD.

Ribut Wijoto menilai buku ini perlu dibaca melalui kompleksitas kehidupan di sekitar kita. "Kisah-kisah dalam buku ini merupakan perspektif atas beragam persoalan. Perspektif perempuan. Ketika kehidupan dibaca oleh perempuan. Ketika perempuan menulis dirinya sendiri," katanya tersenyum simpul.

Anggota PERLIMA sendiri terdiri dari ibu rumah tangga, para profesional dan LSM. Ini membuat cerita di buku itu beragam. Komunitas yang didirikan pada 30 Maret 2021 oleh Wina Bojonegoro telah berbadan hukum, dan sekarang telah melahirkan dua buku antologi esai. 

Menurut pria yang bekerja sebagai jurnalis, buku ini tampaknya menghadang arus zaman. "Buku ini mengajak perempuan untuk menulis dirinya sendiri. Dan tidak sekadar mengajak tetapi sekaligus memberi tutorial, memberi ilmunya menulis," katanya.

Acara juga diramaikan dengan orasi budaya, parade kebaya dan musikalisasi puisi oleh beberapa komunitas di Sidoarjo, antara lain: Forum Linkar Pena, Pena Perajut Aksara, dan banyak lagi.

"Sebuah kebahagiaan bagi saya karena bisa mengumpulkan para perempuan dari berbagai usia dan profesi untuk bersama-sama menggiatkan literasi, dan berupaya mengajak perempuan berdaya dengan berlatih menulis dengan lebih baik," kata Wina.

Wina menyebut acara itu untuk mengekspresikan diri bagi para perempuan. "Kata Oka Rusmini perempuan harus dirangkul dengan gaya party-party. Nah ini gaya party-party itu," katanya. Sg