Peringati HUT Polisi Lalu Lintas ke 66, Satlantas Polres Blitar Angkat 53 Anak Yatim Sebagai Anak Asuh

Secara simbolis Kapolres Blitar AKBP Aditya Panji Anom menyerahkan bantuan. SP/Hadi Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar -  Dengan Program Sapa Polantas, peringati HUT ke 66 Satuan Polisi Lalulintas Polres Blitar telah  mengangkat anak yatim dari para orang tuanya meninggal akibat korban Covid-19 menjadi anak asuhnya sejak hari ini (Jumat 17/9).

Kapolres Blitar  AKBP Adhitya Panji Anom S.IK menerangkan anak yatim sebanyak 53 anak yatim yang merupakan para orang tuanya menjadi korban Covid-19, hal itu bersamaan dengan sambut HUT Ke 66 Polisi Lalu Lintas, diangkatnya ke 53 anak yatim itu akan menjadi anak asuhnya, masih menurut AKBP Aditya dengan  melalui program Sapa Polantas, yang artinya satu Polantas mengasuh satu anak yatim.

"Kami mengangkat anak asuh sebanyak 53 anak yatim, kepedulian kita terhadap para anak yatim sehingga bisa menjalani kehidupan yang layak untuk masa depan mereka, hal ini akan berkesinambungan." Terang Kapolres Blitar pada wartawan didampingi Wakapolres Blitar Kompol Wiji Rahayu SH dan Kasat Lantas AKP I Putu Angga Feriyana S.IK SH MH.

Dalam acara pengangkatan anak asuh yang dilaksanakan di Aula Polres Blitar Hoegeng Iman Santoso Jumat (17/9) pagi  itu dihadiri Asisten 1 Pemda Kab Blitar Drs. Mashudi, pihak Dinkes Kab Blitar dan Forpimka Kec Talun  Blitar, dan para orang tua anak asuh serta beberapa Tokoh Agama. 

Di sisi lain Anggota Satlantas Polres Blitar menampilkan Panggung Boneka Semeru yang ditampilkan oleh Polwan SatLantas, untuk menghibur para anak asuh di bawah usìa 10 tahun dan di bawah usia 18 tahun, bersamaan itu juga digelar vaksinasi bagi anak asuh yang berusia 12 tahun ke atas.

Ke 53 anak asuh yang masuk Program Sapa Polantas dengan rincian 20 anak berumur di atas 18 tahun, dan 23 anak berada di bawah 12 tahun, untuk 10 anak di bawah usia 10 tahun.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan vaksinasi kepada anak asuh yang berumur di atas 18 tahun. Sedangkan untuk anak asuh di bawah 12 tahun kebawah mendapatkan hiburan Panggung Boneka Semeru oleh Satlantas Polres Blitar. 

Menurut Pamen Polisi dengan dua Melati kuning di pundaknya ini mengungkapkan bahwa  Panggung Boneka Semeru ditampilkan di depan anak anak dengan harapan bisa menimbulkan efek trauma healing kepada anak asuh.

"Anak anak bisa terhibur dan tidak begitu berduka atas kematian keluarganya. Dan dapat beraktivitas seperti sedia kala, saat masih lengkap kedua orang tuanya." terang AKBP Aditya lagi.

Dengan program Sapa Polantas Polres Blitar juga memberikan berbagai bantuan dalam kegiatan pengangkatan anak asuh tersebut mulai tas sekolah dan alat tulis, juga uang santunan.

AKBP Adhitya juga menegaskan, untuk selanjutnya, Satlantas Polres Blitar akan berhubungan dengan anak anak asuh tersebut untuk memenuhi kebutuhan anak asuhnya masing-masing. 

"Saya harapkan program ini tidak hanya untuk dalam waktu dekat kalau bisa dalam jangka waktu lama. Saya harap terus berkesinambungan," harap Kapolres Blitar usai bagikan bantuan pada anak asuh diikuti oleh Asisten 1 Danramil Talun dan perwakilan tokoh masyarakat.

Salah satu orang tua yang anaknya menjadi anak asuh, Endang Triguntari 35 warga Kec.Talun Kab.Blitar ini mengungkapkan rasa syukurnya dan terima kasih atas kepedulian Polres Blitar dengan adanya pengangkatan anak asuh termasuk putrinya.

"Saya mewakili para orang tua yang mendapat perhatian Pak Kapolres Blitar mengucapkan terima kasih juga  dengan pak Polisi Lalu Lintas telah memperdulikan anak anak yatim karena orang tuanya meninggal terkena Corona, semoga akan bermanfaat bagi anak anak kami, dengan diangkatnya anak pungut (asuh) semoga besok ada yang jadi Polisi." Tutur Wanita yang berkacamata minus ini sambil mengelus rambut putrinya. Les