Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2021 Masih Resesi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2021 masih minus. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - BPS mengumumkan sejumlah sektor menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 ini masih minus 0,96% Itu berarti Indonesia masih mengalami resesi ekonomi.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan pada kuartal I secara quarter to quarter masih mengalami kontraksi sebesar 0,74%. Sementara secara year on year juga minus 0,96%.

"Dengan pergerakan berbagai indikator kuartal I 2021 ini perekonomian Indonesia berdasarkan PDB Rp 3.969 triliun. Sehingga kalau dibandingkan kuartal I 2020 ekonomi Indonesia kuartal I 2021 ini masih kontraksi 0,74%. Jadi secara yoy ekonomi Indonesia kuartal I 0,74% sementara secara qtq kontraksi 0,96%," ujar Suhariyanto, Rabu (5/5/2021).

Dilihat struktur PDB, ada 17 lapangan usaha atau sektor secara umum yang tidak berubah 64,65% PDB Indonesia berasal dari lima sektor industri, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan.

Suhariyanto mengatakan, dari 17 sektor tersebut sebanyak 6 sektor positif dan 11 sektor negative. Sedangkan yang positif infokom, perdagangan, pengadaan air, jasa kesehatan, pertanian, listrik gas dan real estate. Tertinggi untuk infokom 7,2%.

"11 sektor yang kontraksi tapi seperti saya sampaikan tadi secara umum kontraksinya membaik menipis tidak sedalam kuartal IV 2020. Seluruh sektor membaik menuju pemulihan. Di sana dilihat kontraksi yang dalam di sektor transportasi dan pergudangan dan akomodasi makan minum yang alami kontraksi -27.6%," imbuhnya.

Seperti diketahui resesi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi minus dua kuartal berturut-turut. Pertumbuhan ekonomi minus yang dialami Indonesia sudah terjadi sejak kuartal II-2020 yaitu minus 5,32%. Kontraksi pertumbuhan ekonomi berlanjut ke kuartal III-2020 minus 3,49% dan minus 2,19% pada kuartal IV-2020. Dsy12