Perusahaan Asal China Bakal Garap Investasi RP 77 T di Indonesia

Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

SURABAYAPAGI.COM, Nusa Dua - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggelar penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan CNGR Advanced Material Co Ltd yakni perusahaan produsen ternary precursor asal China pada kegiatan B20 Investment Forum, Jumat (11/11/2022).

Penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan di Bali Nusa Dua Convention Center ini menjadi langkah awal kesepakatan kerja sama proyek jangka panjang dengan total nilai investasi senilai US$ 5 miliar atau Rp 77 triliun (asumsi kurs Rp 15.400).

Pada nota kesepahaman tersebut, Kementerian Investasi bertanggung jawab untuk membantu CNGR memperoleh semua penerbitan izin proyek dan insentif investasi dari pemerintah.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama BKPM Ikmal Lukman dan Chairman of CNGR Advanced Material Co Ltd Deng Weiming.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk menyukseskan program ekosistem kendaraan listrik. Salah satunya dalam bentuk pembuatan kerja sama seperti ini.

"Indonesia konsisten pada transformasi ekonomi melalui hilirisasi, ini terjadi karena reformasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Saat ini seluruh perizinan tersentral di sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko," kata Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/11/2022).

Menurut Bahlil, melalui OSS akan memudahkan sehingga tidak perlu lagi menggunakan cara lama dalam mengurus perizinan.

"Tax holiday dan tax allowance dulu di Kementerian Keuangan, sekarang cukup di Kementerian Investasi. Bisa cepat yang penting satu, bisnisnya besar," ujarnya.

Kementerian Investasi/BKPM berkomitmen memberi kemudahan bagi para investor dalam melakukan investasi di Indonesia. Caranya dengan memfasilitasi kemudahan dalam penerbitan izin usaha sekaligus memberikan fasilitas berupa insentif bagi para investor sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini dilakukan untuk terus menarik minat dan meningkatkan kepercayaan investor asing berinvestasi di indonesia. Selain itu, Kementerian Investasi/BKPM juga mendorong adanya kolaborasi yang harus terjalin antara investor asing dengan pengusaha lokal atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam melaksanakan proyek realisasi investasinya.

"Salah satu syarat yang tertuang dalam nota kesepahaman ini adalah investor asing harus berkaloborais dengan pengusaha lokal atau UMKM dalam menjalankan proyeknya. Kami ingin pelaku usaha lokal atau UMKM juga memperoleh kesempatan yang baik dari terjalinnya kerjasama ini," tuturnya.

Dengan demikian, menurut Bahlil, dari sinilah akan muncul multiplier effects yang mana investasi tumbuh, hilirisasi berjalan, UMKM berdaya, dan lapangan pekerjaan juga semakin terbuka lebar untuk masyarakat lokal. Ini yang disebutnya sebagai investasi menjadi penggerak perekonomian bangsa. jk