Pesawat Tempur Israel Hantam 12 Bangunan di Jalur Gaza

Bola api di atas bangunan di Kota Gaza saat tentara Israel mengepung daerah kantong Palestina pada Selasa (18/5/2021) dini hari. (SP/AFP/Mahmud Hams)

SURABAYAPAGI,  Gaza - Di tengah agresi militer Israel yang sedang berlangsung di wilayah Palestina, 12 bangunan tempat tinggal di Jalur Gaza telah dihantam oleh pesawat tempur Israel pada Selasa (18/5/2021).

Menurut seorang reporter dari Anadolu Agency, sebuah gedung 6 lantai di dekat sekolah yang dikelola UNRWA hancur dalam serangan udara di lingkungan Al-Rimal, sebelah barat Kota Gaza. Serangan udara juga menargetkan dua rumah di kota Rafah dan Khan Younis di selatan Jalur Gaza.

Pesawat-pesawat tempur Israel juga membombardir sebuah kompleks marinir di sebelah barat kota Rafah. Menurut harian The Jerusalem Post, serangan udara baru itu menargetkan 12 rumah milik komandan senior Hamas di Kota Gaza.

Masyarakat mengutuk keras atas serangan yang dilakukan tentara Israel kepada rakyat Palestina beberapa hari terakhir, serta mendukung kemerdekaan bagi palestina.

Kementerian Kesehatan Palestina  melaporkan setidaknya 217 warga Palestina meninggal, termasuk 63 anak-anak dan 36 wanita, dan 1.442 lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 10 Mei.

Sementara itu, dalam berita Gaza Palestina terbaru, Hamas sudah menembakkan sekitar 3.350 roket ke Israel yang menewaskan 10 orang termasuk 1 anak, kata otoritas Israel.

Melansir AFP pada Selasa (18/5/2021), Dewan Keamanan PBB akan rapat darurat untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina terkini yang telah menewaskan lebih dari ratusan orang, mayoritas adalah warga Palestina. Sementara itu Israel terus melakukan bombardir harian terberatnya di Gaza Senin malam.

Bola api dan asap hitam mengepul ke udara setelah satu serangan besar menghantam daerah tersebut, lapor seorang jurnalis AFP di lokasi.

Meski ada seruan untuk diakhirinya kekerasan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin malam (17/5/2021) berkata, Israel akan terus menyerang target yang mereka sebut teroris.

Dewan Keamanan PBB, akan mengadakan sesi keempat sejak konflik Israel Palestina meningkat. Sesi keempat DK PBB digelar setelah Amerika Serikat yang merupakan sekutu utama Israel, memblokir pernyataan bersama yang menyerukan penghentian kekerasan pada Senin untuk ketiga kalinya dalam seminggu.

PBB pada Selasa juga memuji keputusan Israel untuk membuka penyeberangan Kerem Shalom, sehingga bantuan-bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza.

Menurut data PBB, kabar terbaru dari Israel Palestina, menyatakan total hampir 40.000 warga Palestina mengungsi dan 2.500 orang kehilangan tempat tinggal. (jp/na)