Peserta KKN Unitomo Rancang Edukasi Desa Wisata Tangguh Bencana

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jatim, Gatot Subroto membuka acara KKN di Pendopo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.SP/BYTA INDRAWATI.

SURABAYAPAGI, Surabaya - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dan Pusat Studi Bencana & Lingkungan (PSBL) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menggelar penerimaan sekaligus pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan dengan mengangkat tema “Penanggulangan Bencana Urusan Bersama”.

Berlokasi di Pendopo Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jatim, Gatot Subroto.

IMG-20201120-WA0013

Dalam paparannya, Gatot mengatakan pihak BPBD Provinsi Jatim menyambut baik kerjasama dengan pihak akademisi.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi KKN Tematik Kebencanaan yang dilakukan Unitomo, mari kita bersama-sama memetakan wilayah risiko bencana di desa wisata Padusan Pacet untuk mengedukasi warga agar sadar risiko bencana, bahwa penanggulangan bencana merupakan urusan bersama," ujarnya saat memberikan sambutan.

Kegiatan yang diikuti sekitar 75 peserta pada gelombang pertama ini mendapat sambutan langsung dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika)  setempat.

Fadjar Kurnia Hartati, Ketua LPPM mengatakan, pembukaan KKN dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

“Mestinya keseluruhan peserta ada sekitar 250 mahasiswa, namun di tengah pandemi ini pelaksanaan KKN dilaksanakan secara bergelombang sesuai kelompok yang sudah dijadwalkan. Alhamdulillah Muspika Pacet menyambut baik pembukaan ini, semoga KKN bisa memberikan efek positif bagi masyarakat setempat," ungkap Doktor Bidang Ketahanan Pangan ini.

IMG-20201120-WA0012

Sementara itu, Hendro Wardhono, Ketua PSBL Unitomo mengatakan dalam menyusun program pemulihan sosek tersebut perlu ditekankan manajemen risiko sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

“Kita jangan sampai lengah, mari sama-sama upayakan untuk memberikan edukasi kebencanaan ke masyarakat ini bisa terlaksana dengan baik dengan tetap mengurangi resiko penularannya virus. Kita sama-sama mengedukasi ke masyarakat tentang pola hidup sehat," jelasnya.

Hendro menambahkan, mahasiswa peserta KKN kali ini akan diarahkan untuk Risk Mapping dan  mengedukasi masyarakat untuk tangguh bencana.

“Mari kita kenali persoalan yang mendasar dan kenalkan akan ancaman, kerentanan, dan kapasitas ketangguhan bencana. Kita berikan edukasi masyarakat untuk melakukan upaya evakuasi mandiri  saat menghadapi bencana," pungkasnya. byt