Pesilat Arogan, Ditusuk Sampai Tewas di Traffic Light Balongsari

Para pelaku pembunuhan di Traffic Light Balongsari, akhirnya ditangkap dan dipamerkan dihadapan wartawan, Senin (23/8/2021). Satu pelaku masih dalam pengejaran. Sp/arl

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan Pesilat, Bagus Hermadi (34) yang tewas setelah ditusuk di jalan Balongsari Tama Surabaya pada Kamis (19/8/2021) malam.

Dalam rilis yang digelar di Polrestabes Surabaya pada Senin (23/8/2021), Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menyebut para pelaku penusukan diantaranya Bayu Isnanda Anugraha (20) warga Jalan Kedungturi Gg. 4, Karma Jaya (23) warga Jalan Kedungdoro Gg. 9, Joko Purnomo (21) asal Desa Ngunut, Dander, Bojonegoro. Sutopo Hadi Santoso (39) asal Manggarejo Gg. 4 Wilangan Nganjuk dan Nuroqim (50) asal Singkil 4 Kanor, Bojonegoro.

Pelaku Bayu perannya adalah sebagai Eksekutor dan Karma sebagai joki. Kini polisi masih memburu satu pelaku lain bernama, Gunawan (DPO). Kapolrestabes Surabaya juga memastikan jika aksi penganiayaan yang berujung kematian korban itu bukanlah perkara organisasi seperti yang ramai diisukan. “Hanya persoalan pribadi. Antara pelaku dan korban,” ungkapnya.

 

Dalam rilis tersebut Yusep mengatakan, awalnya ke 6 pelaku berkumpul di rumah Sutopo untuk jalan-jalan dan ngopi. Setelah berputar-putar di wilayah Balongsari , para pelaku bertemu korban di traffic light.

Saat korban dan para pelaku bertemu di traffic light, korban yang dibonceng temannya tengah ugal-ugalan di jalan. Tak terima, para tersangka langsung mengejar dan menghentikan laju korban dan temannya.

Begitu ke 6 pelaku memepet korban dan tiba-tiba Bayu menusuk leher korban sebanyak 1 kali lalu para pelaku melarikan diri. Setelah ditusuk lalu korban terjatuh dan meninggal dunia. “Karena dirasa arogan, rombongan pelaku ini memepet korban dan menusuknya,” jelas Kombes Pol Yusep, Senin (23/8/2021).

Lanjut Kapolres, dugaan motif penusukan hingga kirban korban tewas ini diduga karena pelaku merasa jika korban berkendara dengan arogan. “Para pelaku juga mempersenjatai diri dengan senjata tajam yang diduga disiapkan sejak dari rumahnya,” tambah Akhmad Yusep.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti petunjuk CCTV, polisi akhirnya berhasil menemukan keberadaan tersangka. Satu persatu diamankan polisi di rumhanya masing-masing.

“Selain itu kami juga temukan barang bukti pisau dan parang dari masing-masing rumah tersangka,” imbuhnya.

Barang bukti yang diamankan berupa 7 buah HP milik tersangka, 2 sepeda motor milik pelaku sarana pelaku sesuai CCTV yaitu Honda PCX warna coklat nopol L 3250 EU dan Honda Beat warna Oranye nopol S 2680 EU, 3 jaket, 4 celana, 3 bilah sajam, 3 helm dan rekaman CCTV.

Semua tersangka akan dijerat tindak Pidana Pembunuhan dan atau Penganiayaan yang menyebabkan kematian sebagaimana dimaksud pada pasal 340 KUHP dan atau pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP jo. Pasal 55 KUHP. ham/cr2/rmc