Pesilat Gresik Tewas saat Latih Tanding, Pelatih dan Wasit Tersangka

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 07 Nov 2023 20:55 WIB

Pesilat Gresik Tewas saat Latih Tanding, Pelatih dan Wasit Tersangka

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Polisi menetapkan dua orang jadi tersangka terkait kasus meninggalnya pesilat inisial RNH (17) asal Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan saat berlatih di Desa Dalegan, Panceng, Gresik.

"Kami sudah menetapkan dua orang menjadi tersangka yaitu B (26) selaku pelatih yang latih tanding dan menendang dada korban dan H (26) selaku wasit sekaligus pelatih yang bertanggung jawab latihan tersebut. Keduanya berasal dari Lamongan," ujar Kasat Reskrim Porles Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan, AKP Aldhino, Selasa (7/11/2023).

Baca Juga: 22 Personel Polres Gresik Dikirim ke Pulau Bawean

"Kedua tersangka itu dijerat Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia," imbuh AKP Aldhino.

AKP Aldhino sebelumnya mengungkapkan, tim forensik RSUD Ibnu Sina Gresik sudah selesai melakukan autopsi terhadap korban.

"Sudah kita lakukan autopsi mulai pukul 13.00 sampai pukul 16.30 WIB," ujarnya.

AKP Aldhino menjelaskan, setelah melakukan autopsi selama empat jam, tidak ditemukan trauma atau luka fatal yang menyebabkan korban meninggal. Namun yang pasti ada tendangan yang mengenai dada korban hingga mengakibatkan sesak napas.

"Hasil berbincang dengan dokter forensik ada penyebab yang menyebabkan anak tersebut (korban) meninggal, karena ada tendangan yang mengenai dada bagian kiri, ditendang sekali," ujar AKP Aldhino di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina.

Dipastikan tendangan dari pelatih yang mengenai dada korban mengakibatkan korban sesak napas sebelum meninggal dunia.

Pihaknya akan memeriksa pihak keluarga korban, apakah korban mengalami penyakit asma atau penyakit jantung.

Baca Juga: Terobosan Satlantas Polres Gresik, Terjunkan Srikandi Giri sebagai Pionir Patroli Jalan Raya

Sementara itu terkait latih tanding yang dilakukan RNH bersama rekan-rekan perguruan silatnya, Aldhino menyebut, tidak ada izin yang diajukan dan dikantongi oleh pihak kepolisian dari perguruan silat tempat mereka bernaung.

"Untuk hal ini tidak ada izin. Latihan kemarin tidak ada izin ke kepolisian," ucap Aldhino.

Pihak kepolisian bakal menjadikan hal tersebut sebagai pertimbangan tersendiri. Aldhino menyebut masih menunggu petunjuk yang akan diberikan Kapolres Gresik mengenai kejadian tersebut.

"Pasti, makanya ini kan kami menunggu langkah dari Pak Kapolres nanti seperti apa," tutur Aldhino.

Baca Juga: Polisi Pegang Senpi Wajib Tes Psikologi

Diketahui sebelumnya, seorang pesilat tewas usai sambung atau duel dengan pelatihnya. Pesilat berinisial RNH (17) warga Paciran, Lamongan ini tewas usai duel di Desa Dalegan, Panceng, Gresik.

Ada belasan siswa dan dua pelatih di kegiatan tersebut. Sebelum latihan, pelatih sempat menanyakan kepada seluruh siswa barangkali ada yang mengalami sakit. Namun, saat itu tidak ada siswa yang mengeluh sakit Duel dilakukan tanpa alat pengaman. Korban RN yang tak menemukan pasangan sabung, dipasangkan dengan pelatihnya, B.

Saat duel, korban menyerang lebih dulu dengan pukulan tangan kosong. Lalu pelatih menendang bagian dada korban hingga remaja 17 tahun itu jauh terlentang ke tanah dan pingsan. Melihat korban terkapar, pelatih dan siswa lainnya memberikan pertolongan pertama.

Korban kemudian dibonceng menggunakan motor dan dibawa ke Puskesmas Panceng. Diduga kuat, korban meninggal dunia di tengah perjalanan. Dari hasil pemeriksaan petugas medis, ditemukan luka memar di bagian dada korban. grs/ham/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU