Petani Lesu, Harga Cabe Anjlok

Ilustrasi petani cabe.

SURABAYAPAGI, Sampang- Harga cabai anjlok tiga kali lipat dari harga normal. Penurunan harga terjadi karena hasil panen melimpah sedangkan permintaan menurun akibatnya petani cabe lesu.

Hal itu disampaikan Zainal, hasil cabai yang dipanen dengan kualitas baik ternyata tidak membawa keuntungan bagi petani, salah satu petani cabai di Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur.

Menurut Zainal petani justru mengalami kerugian di musim panen akibat anjloknya harga cabai di tingkat petani hingga tiga kali lipat per kilogramnya.

" Biasanya, tengkulak membeli cabai mereka dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini hanya berkisar Rp10 ribu per kilogram,"katanya.

Satu di antara petani yang merasakan getah dari anjloknya harga cabai yakni Zainal, warga Desa Kara. Pihaknya menduga, merosotnya harga cabai di tingkat petani dikarenakan adanya PPKM yang diperpanjang.

" Padahal hampir sebagian besar cabai petani Sampang dikirim ke sejumlah pasar induk di Surabaya," ujarnya.

Zainal menjelaskan bahwa petani semula Rp40 ribu tapi kini hanya Rp10 ribu per kilo. " Ini dampak PPKM Level 4 yang selalu di perpanjang, pasar banyak yang tutup,” ungkap Zainal Sabtu (07/08/2021).

Menurutnya, anjloknya harga cabai juga lantaran para pengepul banyak stok. Apalagi di tengah PPKM konsumsi cabai menurun karena banyaknya UMKM yang tidak berjualan. Tentunya, fakta tersebut memberatkan petani untuk meraup pundi-pundi rupiah.

“Sekarang memprihatinkan. Biaya perawatannya yang tidak sedikit seperti upah pengolahan lahan serta harga pupuk dan harga pestisida juga naik, segalanya mahal sedangkan harga cabai anjlok,” kesal Zainal.gan