Pilkada Jadi Rival, Saat Muscab PKB, Wali Kota Eri Malah Sambangi

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendapat songkok dan kitab suci dari Ketua Dewan Syuro DPC PKB Surabaya KH Mas Yusuf Muhajir, dalam Pembukaan Muscab PKB Surabaya, Minggu (7/3/2021). SP/Alqomar

 

Bambang DH: Eri Sudah Tahu Peta Surabaya. Jadi jangan Diajari, Biar Bawa Perubahan untuk kota Surabaya Lebih Baik

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (7/3/2021) kemarin, mendadak menghebohkan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya. Pasalnya, Eri Cahyadi, merupakan wali kota yang juga baru saja menjadi kader PDI Perjuangan. Dalam Pilwali Kota Surabaya 2020 kemarin, Eri dan PKB sempat menjadi rival. PKB mengusung pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman.

Namun, kehadiran Eri Cahyadi di Muscab DPC PKB Surabaya justru disambut hangat oleh pengurus DPC dan anggota DPRD dari PKB. Bahkan, Eri langsung diberi songkok berlogo PKB dan juga kitab suci serta kitab hadits. Penyerahan cinderamata itu diserahkan oleh Ketua Dewan Syuro DPC PKB Surabaya yang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren An-Najiyah Sidosermo, KH Mas Yusuf Muhajir.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan dia bersama Ketua DPC PKB Surabaya Musyafak Rouf merupakan keluarga besar Pondok Posantren An-Najiyah Sidosermo, karena Musyafak Rouf pernah mondok di An-Najiyah dan Wali Kota Eri Cahyadi juga dari sana, sehingga siapapun yang pernah mondok di Dresmo merupakan keluarga besar.

"Fainsyallah akan seduluran saklawase. Alhamdulillah Songkok yang saya pakai ini yang ada logo PKB-nya, merupakan pemberian dari seorang kakak kepada adiknya, karena beliau juga lulusan Pondok Pesantren An-Najiyah. Saya juga dari sana, yang ngemong saya ya Kiai Mas Yusuf dari dulu hingga sekarang," kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Oleh karena itu, ia berharap ke depannya bisa terus menjaga silaturahmi dengan PKB Surabaya. Bahkan, ia juga berharap ke depannya bisa saling bekerjasama dan bersinergi dalam membangun Kota Surabaya untuk kepentingan rakyat Surabaya, termasuk pula bersama-sama melewati masa pandemi Covid-19 ini.

“Fainsyallah dengan PKB serta doa dari para kiai, saya yakin Surabaya bisa melewati masa pandemi ini dan akan lebih hebat dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Ajak PKB Bersinergi

Makanya saya berharap betul setelah Muscab ini, dan terpilih ketua yang baru, kita harap bisa bersinergi membangun kota ini. Tujuan kita hanya satu bagaimana membawa Kota Surabaya bisa membahagiakan warganya,” katanya.

Melalui sinergitas itu, ia yakin Kota Surabaya akan menjadi kota yang baldatun toyyibatun warobbun ghafur. Bahkan menurutnya, doa dari para kiai itu yang paling mustajabah. Meskipun dia bersama jajarannya sudah bekerja keras, tapi kalau tidak ada doa dari para kiai, maka cita-cita untuk menjadikan Surabaya sebagai kota yang baldatun toyyibatun warobbun ghafur tidak akan pernah tercapai. “Karena bagi saya, doa para kiai itu yang mustajabah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu pula, ia juga berharap antara eksekutif dan legislatif, terutama legislatif yang dari PKB, bisa terus bersinergi dengan Pemkot Surabaya. Sebab, antara eksekutif dan legislatif merupakan satu bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam membangun Kota Surabaya.

“Tidak bisa eksekutif jalan sendiri dan legislatif jalan sendiri, sehingga dibutuhkan kerendahan hati kita masing-masing untuk saling menyatu, hanya untuk satu kepentingan demi rakyat Surabaya. Dengan sinergi eksekutif dan legislatif itu, fainsyallah Surabaya akan lebih hebat lagi di masa mendatang, dan itu dimulai dari detik ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Surabaya Musyafak Rouf mengaku siap bersinergi dengan Pemkot Surabaya, termasuk fraksi PKB yang ada di DPRD Surabaya. Apalagi, ia mengakui bahwa komunitas Wali Kota Eri Cahyadi tidak asing lagi bagi PKB Surabaya.

“Sepanjang itu untuk kepentingan warga Kota Surabaya, ya disitu kita harus dukung Wali Kota Surabaya. Meskipun kritis, tapi tetap harus yang konstruktif,” pungkasnya.

 

 

Sambangi Bambang DH

Dihari sebelumnya, Sabtu (6/3/2021), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersilaturahmi ke kediaman mantan Wali Kota Surabaya yang saat ini ini menjabat anggota DPR RI, Bambang DH.

Dalam kunjungannya, Wali Kota Eri dikritik oleh Bambang DH bahwa jangan terpaku dengan janji 100 hari kerja Wali Kota.

Menurut Bambang DH, Eri sudah paham betul permasalahan Surabaya. Karena Eri adalah orang lama di Pemkot Surabaya dan dianggap sebagai “orang kepercayaan” Tri Rismaharini dan sudah banyak bertugas di banyak OPD (organisasi perangkat daerah). Sehingga peta Surabaya sudah sangat mengerti. 

“Saya termasuk orang yang tidak tertarik dengan janji 100 hari kerja. Tidak bisa orang kerja hanya dibatasi dengan 100 hari kerja. Yang penting, apa yang baik dia teruskan. Yang kurang baik dikoreksi sehingga menjadi lebih baik,” ungkap Bambang DH, kemarin.

Bambang DH mengatakan, pemimpin hadir dan membawa perubahan itu memang harus. Tapi biarkan membawa perubahan dengan gaya dirinya sendiri. Sebab orang memiliki gaya kepemimpinan sendiri-sendiri.

“Mas Eri punya komitmen untuk membawa Surabaya lebih baik. Tidak arif dan bijaksana jika saya harus mengarahkan, kamu harus begini, kamu harus begitu. Biarkan Mas Eri memimpin dengan gayanya sendiri, bukan mengekor. Karena setiap pemimpin itu punya gayanya masing-masing,” tandasnya. 

 

Eri Ngangsu Kaweruh

Sementara itu, Eri Cahyadi mengaku kedatangannya ke rumah Bambang DH untuk menimba ilmu. Sebab Bambang DH selain pernah menjabat wali kota Surabaya, adalah sosok politisi senior yang kenyang pengalaman. 

“Saya ke sini ngangsu kaweruh. Beliau banyak pengalaman. Beliau sukses membawa Surabaya menjadi hebat. Sehingga apa yang telah beliau kerjakan akan saya teruskan. Bagi saya, kesempurnaan adalah ketika kita bisa melanjutkan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan pemimpin sebelumnya,” ujar Eri.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mengatakan, dalam pertemuan dengan Bambang DH banyak sekali yang dibahas. Seperti menyelesaikan masalah aset, menyelesaikan banjir dan program-program harus pro wong cilik. 

“Menjalankan program-program itu memang tidak bisa dibatasi waktu, apalagi sekarang masa pandemi Covid-19. Pasti akan banyak mengoper kegiatan dan anggaran. Namun yang pasti, semua itu demi wong cilik. Itu yang akan saya pegang nanti sampai akhir masa jabatan,” tegasnya. 

Sedangkan Adi Sutarwijono mengaku sangat senang dan gembira dengan adanya pertemuan dua wali kota Surabaya tersebut. Menurutnya, pertemuan ini adalah pertemuan yang lama dinanti-nanti, karena kesibukan keduanya baru sekarang terlaksana. 

“Kami banyak membicarakan tentang kerakyatan, persoalan Surabaya seperti banjir, taman, pembenahan kampung. Utamanya Pak Bambang DH tadi menekankan soal keberpihakan pemerintah kepada wong cilik,” katanya. 

Menurutnya, keberpihakan kepada wong cilik ini harus diwujudkan dalam kebijakan-kebijakan yang konkrit, yang bisa dirasakan oleh warga Surabaya. “Mas Eri punya respon yang sangat cepat soal itu,” pungkasnya.

Dalam pertemuan itu, Eri didampingi Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono. Wali Kota Eri datang ke rumah Bambang DH di daerah Gayungsari, Surabaya pada pukul 13.30 WIB. Dia langsung disambut Bambang DH dan Adi yang datang terlebih dulu. Ketiganya lantas menuju ruang tamu dan berdiskusi sekitar dua jam lebih. alq/cr2/rmc