Versi Golkar

Pilkada Jatim 2024, Khofifah Bakal tak Gandeng Emil

Momen Gubernur Khofifah berbincang dengan Wakil Gubernur Emil Dardak dalam rapat paripurna di DPRD Jatim.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Jelang Pilkada Jatim 2024, ada prediksi duet Khofifah-Emil yang saat ini menjabat Gubernur -Wakil Gubernur Jatim, bakal berpisah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Timur (Jatim), M Sarmuji menyatakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa layak memuncaki hasil survei elektabilitas calon Gubernur Jatim pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Bahkan, Beringin berpotensi mengusung Khofifah kembali di Pilkada mendatang.

“Kalau Bu Khofifah masih ingin maju gubernur lagi, ada kemungkinan (Golkar) mendukung beliau. Bisa jadi, kami akan menawarkan pendamping (wakil gubernur, red) buat beliau,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Rabu (29/6/2022) kemarin.

 

Elektabilitas Khofifah Tinggalkan Risma

Berdasar hasil survei Poltracking yang dirilis Rabu (22/6/2022), elektabilitas Khofifah Indar Parawansa, sebagai calon gubernur Jatim masih tak tertandingi. Dalam laporan survei bertajuk “Peta Elektoral Pilkada dan Pilpres 2024 di Jawa Timur” itu, elektabilitas Khofifah berada diperingkat pertama, mencapai 39,8 persen.

Tingkat elektabilitas Khofifah juga berjarak cukup jauh dengan Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini yang ada di posisi kedua, dengan elektabilitas sebesar 19,5 persen. Sementara diperingkat ketiga ada nama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dengan elektabilitas 9,6 persen.

 

Dicalonkan Gubernur DKI

Sementara itu Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) sekaligus Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menjelaskan partainya terus melakukan konsolidasi di Provinsi Jakarta hingga tingkat kota. Herzaky menyebut

Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, bakal diboyong Demokrat untuk bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2024.

Suami dari artis Arumi Bachsin ini dianggap oleh DPP Partai Demokrat merupakan kader muda yang potensial. Selain Emil, Demokrat juga menyiapkan nama-nama lainnya pada kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta mendatang.

"Ada juga Dede Yusuf, Didik Mukrianto, Cellica Nurrachadiana dan Iti Oktavia," ungkapnya.

 

Ada Menantu Pakde Karwo

Sarmuji mengatakan, DPD Partai Golkar Jatim akan mendukung penuh kepemimpinan Khofifah hingga masa jabatannya berakhir. Mengenai Pilkada, lanjut dia, Partai Golkar memiliki banyak kader muda hingga berpengalaman yang mumpuni, sehingga Khofifah tinggal memilih untuk dijadikan wakil gubernur.

“Kami memiliki banyak kader yang bisa ditawarkan. Beliau bisa memilih kader yang saat ini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, maupun kepala daerah dari Golkar,” jelas dia.

Saat ini ada sejumlah nama kader Partai Golkar dispekulasikan akan diusulkan untuk mendampingi Khofifah. Di antaranya, Ketua DPD Jatim Sarmuji, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Anggota DPR RI M Misbakhun, dan Ridwan Hisjam, hingga Menantu Pakde Karwo yang baru bergabung dengan Golkar Bayu Airlangga.

Menanggapi nama-nama yang beredar itu, Sarmuji mengatakan, pihaknya belum menentukan nama kader yang akan diusung. “Kalau isu dan spekulasi yang ada, itu kan wajar. Tapi, belum waktunya mengeluarkan nama calon. Kami masih fokus untuk meningkatkan perolehan kursi Golkar di Pemilu 2024, baru fokus Pilkada 2024,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini menilai, sosok Khofifah juga layak untuk diusung atau maju pada kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. “Ketokohan beliau sudah nasional. Sejak awal, kami juga sudah menawarkan untuk menjadi cawapres Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Beliau tinggal milih saja,” tandasnya. n arf/min/rmc