Pilkades Sumenep Batal Digelar, Masyarakat Sudah Mulai Resah

Amiruddin warga asal Desa Meddelan Kec. Lenteng Kab. Sumenep (SP/ Ainur Rahman)

SURABAYA PAGI, Sumenep - Amiruddin, warga asal Desa Meddelan, Kecamatan lenteng Kabupaten Sumenep, mempertanyakan kembali perayaan Pemilihan Kepala Desa Serentak yang batal digelar.

Jadwal yang semula  9 April 2021 itu harus ditunda karena kabupaten masuk level 4 Covid-19, namun pada saat ini setelah vaksinasi dilakukan justru masyarakat mendesak pemerintah agar segera menentukan waktu pemilihan pilkades.

"Pemerintah harus segera menentukan waktu pilkades 2021 mengingat waktu tinggal dua bulan lagi untuk memasuki 2022," katanya kepada Surabaya pagi, Senin (25/10)

Amiruddin mengatakan jika vaksinasi sudah dianggap selesai, tinggal nunggu apa lagi. “Di desa sudah sangat diharapkan adanya pemerintah desa,” ujarnya.

Selain itu, kata Amiruddin, bila pemerintah selalu menunda-nunda pemilihan kepala desa hanya dengan alasan covid-19 untuk saat ini dirasa sudah tidak mungkin lagi, mengingat Kabupaten Sumenep sudah bebas, dan masyarakat sudah di vaksin.

"Sekarang yang diperlukan adalah ketegasan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera menentukan waktu Pilkades di tahun 2021," pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas DPMD Kabupaten  Sumenep, Moh. Ramli mengaku belum ada SK Bupati untuk menggelar Pilkades Serentak.

"Kita menunggu SK dari Bupati, jika SK sudah turun pasti saya akan laksanakan dengan secepatnya,” jelasnya.  (Ar)