PKB Tuban Tanggapi Wacana Duet Khozanah-Lindra

Ketua DPRD Tuban sekaligus Sekretaris DPC Tuban. H. Miyadi.

SURABAYAPAGI.COM. Tuban- Wacana duet Khozanah Hidayati (PKB) - Aditya Halindra Faridzki (Golkar) untuk Pemilihan Kepala daerah Kabupaten Tuban, yang dilempar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jatim, ternyata cukup meramaikan jagad perpolitikan Bumi Wali.

Kedua figur tersebut, diketahui merupakan anggota DPRD Provinsi Jatim, yang terpilih saat Pemilihan umum (Pemilu) 2019 berasal dari Dapil XII Tuban- Bojonegoro. Sejak wacana berkembang, atmosfir Pilkada Tuban yang semula sejuk dipermukaan, mendadak menghangat.

Publik yang semula santai, kini sebagian banyak mulai merespon. Hal itu menjadi mafhum. Sebab hingga kini, seperti yang diketahui bersama, Baik Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Tuban maupun Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Tuban, belum pernah sekalipun mengumumkan nama Calon Bupati/ Wakil Bupati yang diusung maupun moda koalisinya.

Demi mengulik kebenaran wacana DPW PKB Jatim, beberapa waktu lalu melalui Seluler, surabayapagi.com menanyakan hal itu secara langsung kepada Ketua DPRD Tuban, H. Miyadi, yang sekaligus sekretaris DPC PKB Tuban.

Kepada surabayapagi.com, H. Miyadi mengatakan, sampai kini, belum ada keputusan apapun di Tim 9 untuk nama Calon Bupati/ Wakil Bupati Tuban yang diusung di Pemilihan serentak Desember mendatang.

Sedangkan tentang wacana dan pandangan DPW PKB Jatim, ia mengatakan tidak tahu menahu. Sebab sampai saat ini, belum ada pembicaraan antara DPW PKB Jatim dengan DPC PKB Tuban mengenai wacana tersebut.

"Monggo dicek saja di DPW PKB Jatim, nanti akan tau jika belum ada pembicaraan tentang hal itu," paparnya. Untuk berlaga di kontestasi politik 5 tahunan, DPC PKB Tuban sejak kemarin, memang berjalan memakai Tim 9 yang telah dibentuknya. Tim yang beranggotakan 9 orang itu, ditunjuk untuk melakukan screaning atas nama- nama yang dianggap layak diusung sebagai kepala daerah Tuban.

Miyadi menilai, perlu pandangan dan kajian yang mendalam terkait figur yang tepat untuk diusung partai sebagai orang nomer satu di Tuban nantinya. Oleh sebab itu, saat ini semua kader masih berpeluang untuk dicalonkan. "Perlu adanya kajian mendalam lah mengenai siapa nantinya yang kita usung," terang Miyadi.

Mengenai posisi yang diinginkan partai, Miyadi menegaskan, sebagai partai pemenang pada gelaran Pemilihan umum (Pemilu) 2019, PKB mutlak akan mengunci posisi Calon Bupati.

Entah itu berangkat dengan gerbong sendiri atau berkoalisi dengan partai lain. Jika berangkat dengan gerbong sendiri, miyadi meneruskan, otomatis Calon Bupati dan Wakil Bupati adalah kader PKB dan NU. Namun apabila diputuskan nantinya PKB menempuh jalur koalisi, maka Calon Bupati tetap dipastikan dari PKB. Dan menyangkut persoalan Wakil Bupati, tinggal kesepakatan partai koalisi tentang siapa figur yang nantinya dipasangkan. "PKB mengunci posisi Calon Bupati," tandasnya. Her