PKH Plus Jatim Targetkan 55 Ribu KPM di Tahun 2023

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 12 Feb 2023 11:19 WIB

PKH Plus Jatim Targetkan 55 Ribu KPM di Tahun 2023

i

Para pendamping PKH Plus saat menghadiri forum Peningkatan Capacity Building di Bumi Surabaya City Resort, Jumat (10/2/2023) malam. Foto: Pemprov Jatim.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menargetkan sebanyak 55 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapat Program Keluarga Harapan (PKH) Plus di tahun 2023 ini .

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, per KPM nantinya akan diberi tunjangan senilai Rp2 juta selama satu tahun dengan diserahkan sebanyak empat kali.

Baca Juga: Khofifah Sebut Sosok Adhy Karyono Tepat Teruskan Kepemimpinan Penjabat Gubernur Jatim

"Per KPM akan diberikan tunjangan Rp 2 juta untuk satu tahun. Penyerahannya dilakukan sebanyak empat kali, masing-masing Rp 500 ribu per triwulan," kata Khofifah dalam forum Peningkatan Capacity Building Sumber Daya Manusia (SDM) PKH Plus di Bumi Surabaya City Resort, Jumat (10/2/2023) malam.

Adapun tahun lalu, program ini menargetkan 50 ribu KPM. Sasaran utamanya adalah warga lanjut usia (lansia) kurang mampu. Namun di tahun ini ada penambahan kuota

Ia menuturkan, program PKH Plus ini merupakan langkah yang diambil Pemprov Jatim untuk mengintervensi permasalahan sosial eknomi masyarakat Jatim.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak seluruh pendamping PKH Plus untuk meningkatkan intervensi pada keluarga yang rentan secara ekonomi di Jatim secara komprehensif.

Mantan Menteri Sosial itu menyebut, Pemprov Jatim telah menyiapkan sejumlah program untuk memenuhi berbagai kebutuhan KPM. Salah satunya adalah bantuan 250 kursi roda bagi lansia tidak mampu di Jatim.

Baca Juga: Pemprov Jatim Gelontorkan Bantuan Pangan

Secara reguler, orang nomor satu di Jawa Timur itu memastikan telah melakukan evaluasi monitoring terhadap KPM yang membutuhkan tambahan intervensi semisal bantuan perbaikan rumah tinggal layak huni yang disalurkan lewat Dinas Sosial Jatim.

"Kami berharap program ini menjadi bagian dari proses pendekatan kepada para lansia kurang mampu secara komprehensif," ujarnya.

Ia memilai bahwa menjalin relasi dengan pendamping PKH Plus dan paguyuban sejenis seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sangat penting untuk menjangkau masyarakat hingga ke satuan terkecil sekalipun.

Baca Juga: Operasi Tanggap Darurat Banjir, Adhy Karyono Berantas Eceng Gondok di Kali Buntung

“Ini menjadi bagian dari upaya kita membangun layanan sosial masyarakat yang lebih merata. Merata sangat belum, tapi setidaknya kita sudah berikhtiar,” tuturnya.

Khofifah pun tak lupa mengapresiasi relawan pendamping PKH Plus yang telah mengiringi empat tahun kepemimpinannya di Jatim bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Menurutnya, pengabdian para pendamping PKH Plus untuk masyarakat rentan tidak pernah berhenti.

"Hubungan saya dengan pendamping PKH Plus terasa begitu dekat, bahkan saat saya masih menjadi Menteri Sosial sampai sekarang. Februari ini juga menandai empat tahun kepemimpinan kami di Jatim dan pendamping PKH Plus masih setia menemani untuk menjangkau layanan sosial khususnya bagi lansia kurang mampu," pungkasnya. sb

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU