PLP Tanjung Perak Siap Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak (tengah) bersama jajaran. SP/SAMMY MANTOLAS

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kepala Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak, Mulyadi, SH,MH menyatakan siap mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Kesiapan ini pun menjadi katalisator dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) PLP ke-33 yang jatuh pada 26 Februari 2021.

"Dengan semangat hari ulang tahun pangkalan penjagaan laut dan pantai ke-33, kita ciptakan SDM yang handal dan profesional guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," kata Mulyadi SH,MH, Jumat (26/02/2021).

Kesiapan Indonesia sebagai poros maritim dunia bukanlah isapan jempol belaka. Sebelumnya pada 13 Desember 1957, Perdana Menteri Indonesia saat itu, Djuanda Kartawidjaja mendeklarasikan kepada dunia bahwa laut Indonesia termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.

Deklarasi ini kemudian dikenal dengan deklarasi juanda. Adanya deklarasi ini membuktikan bahwa Indonesia sebagai negara archipelago berdaulat dalam bidang maritim. 

Perlu diketahui, sebelum deklarasi Djuanda dilakukam wilayah laut negara Indonesia mengacu pada Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Territoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonnantie 1939 (TZMKO 1939). 

PLP Tanjung Perak sebagai satu unit pelaksana teknisnya (UPT) bertugas mengamankan perairan Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

"Jadi saban hari petugas kita berpatroli di perairan yang menjadi wilayah kami," katanya

Tugas pokok dari pangkalan PLP sendiri adalah untuk melaksanakan kegiatan penjagaan laut, penyelamatan, pengamanan perairan laut dan penertiban serta penegakan peraturan di bidang pelayaran.

"Termasuk di dalamnya adalah melakukan penyidikan dalam hal tindak pidana perairan," akunya

Guna mendukung tugas pokok tersebut, Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak Surabaya diperkuat 71 orang personil dan lima unit kapal patroli yaitu satu unit kapal kelas I KN. Chundamani, satu unit kapal kelas II KN. Grantin, dan 3 unit kapal kelas III yakni KN.P-306, KN.P-329 dan KN.P-371.

Tak cukup puas dengan armada kapal yang ada, Mulyadi mengaku saat ini tengah mengupayakan penambahan 5 unit kapal baru kelas 1. Bila melihat Rencana Keuangan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-K/L) DIPA Direktorat KPLP, pada tahun 2022 mendatang Pangkalan PLP Tanjung Perak akan mendapatkan 1 unit Kapal Patroli Kelas I untuk mendukung operasional PamWasGakum Keselamatan & Keamanan Pelayaran serta Perlindungan Lingkungan Perairan.

"Inikan prosesnya berjangka panjang ya mas, kemungkinan 2025 kita sudah memiliki 5 unit itu," ujarnya

Setidaknya ada lima pilar yang menjadi strategi dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal ini sejalan dengan pidato Presiden Joko Widodo pada 13 November 2014 dalam pertemuan East Asia Summit ke-9 di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Pertama adalah membangun kembali budaya maritim. Kedua, menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan, dengan menempatkan nelayan sebagai tiang utama.

Berikutnya adalah pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, deep seaport, logistik, industri perkapalan, dan pariwisata maritim. 

Pilar keempat adalah mengembangkan diplomasi maritim dengan bersama-sama menghilangkan sumber konflik di laut. Dan terakhir yang menjadi pilar kelima yakni dengan membangun kekuatan pertahanan maritim.

"Bersatu kita kuat bersama kita hebat. Dharma Jala Prajatama," kata Mulyadi menggaungkan semangat pengabdian

Tak hanya itu, pria asal Lampung ini juga mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengurangi kerumunan serta mengurangi mobilitas.sem