Polisi Sita 86 Motor dan Temukan 8 Pengunjung Kafe Reaktif di Blitar

Para pengendara yang terjaring razia balap liar dikumpulkan di Polres Blitar Kota.SP/les

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Pemkot Blitar bersama Polres Blitar Kota dan Kodim 0808 Blitar serta Yonif 511 melakukan patroli gabungan pada Sabtu (6/6) malam di berbagai sudut kota. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan Rapid Tes On the Spot di sejumlah kafe di Kota Blitar.

Menurut Kapolres Blitar Kota AKBP.Leonard M Sinambela, selain mencegah Kriminal 3C, operasi kali ini juga melakukan Rapid Tes On The Spot terhadap pengunjung Kafe/kedai Kopi termasuk pengelola dan Karyawan kafe, hal tersebut guna cegah Virus Corona di masarakat untuk hadapi New Normal.

Malam itu hasil giat Rapid Test On The Spot pada 3 cafe yang digelar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Blitar, bersama team Gabungan ditemukan adanya 8 orang pengunjung yang reaktif.

“Semua ini untuk mencegah dan memutus rantai, penyebaran Covid-19, laporan yang kita terima ada 8 pengunjung yang Reaktif saat di lakukan Rapid Tes,” tandas AKBP Leonard pada Wartawan.

Selain Rapid Test On The Spot di 3 lokasi cafe, AKBP Leonard juga menegaskan himbauan agar seluruh pengelola cafe cafe agar menyiapkan sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo ketika dikonfirmasi mengatakan Rapid Test merupakan salah satu upaya untuk memutus penyebaran Covid-19. “Hasilnya dari 3 titik sasaran, ada 67 orang yang di Rapid Test diketahui 8 orang reaktif 3 di antaranya perempuan dan perlu ditindaklanjuti dengan tracing dan pemantauan oleh Dinkes,” ungkap Hakim, yang ikut gabungan operasi.

Selain itu, masih dalam Operasi Gabungan, Minggu (7/6) dini hari Satlantas dan Sabhara Polres Blitar berhasil mengamankan ratusan pemuda yang masih nongkrong di tepi jalan raya dalam Kota Blitar. Pihaknya juga mengamankan puluhan pengendara motor di Jl Sudanco Supriyadi atau depan Taman Makam Pahlawan.

"Total ada 86 motor yang kami amankan. Rata-rata motornya tidak memenuhi standar, berknalpot brong, ban kecil, dan tidak ada STNK," ujar Iptu Dwi Purwanto.

Polisi memperbolehkan pemilik mengambil sepeda motor setelah menunjukkan surat-surat.les