Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pengeroyokan Pelajar SMK Dr. Soetomo Surabaya

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 08 Agu 2022 13:16 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pengeroyokan Pelajar SMK Dr. Soetomo Surabaya

i

Foto Ilustrasi Pengeroyokan

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Unit Jatanras bersama dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Surabaya telah menetapkan 3 orang tersangka penganiayaan terhadap 3 siswa SMK Dr Soetomo beberapa waktu lalu setelah melalui serangkaian penyelidikan.

Tersangka merupakan alumni SMAN 7 Surabaya lulusan 2022 berjenis kelamin laki – laki. Ketiga tersangka adalah EAF (18) warga Bubutan, ARM (18) warga Tambaksari, dan DAK (18) warga asal Tambaksari. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana.

Baca Juga: Bermasalah, Bisnis Jasa Pembantu

“Iya sudah kami tangkap 3 orang dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Mirzal, Minggu (07/08/2022).

Pihak kepolisian masih akan terus mendalami dan menyelidiki kasus ini.

“Keterangan lainnya menyusul dan akan kami update lagi,” imbuh Mirzal.

Baca Juga: Dituduh Curi 2 Dus Mie Instan, Pria Asal Cimahi Tewas Dikeroyok Massal

Saat ini polisi telah mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi dan memanggil korban untuk melakukan pemeriksaan.

"Hari ini korban diperiksa di Unit Jatanras. Sementara baru 2 korban dan beberapa saksi yang ada di TKP," tutur Mirzal menambahkan.

Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki dan mendalami kasus ini. 

Baca Juga: Pelaku Pengeroyokan Ditangkap saat Hendak Kabur, 2 Buron

Sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Surabaya mendapat laporan penganiayaan terhadap 3 pelajar SMA Dr Soetomo Surabaya yang berinisial DA, SL dan RZ. Dalam laporan polisi yang dibuat oleh orang tua korban, pihaknya mengatakan jika anaknya dikeroyok oleh sekitar 20 orang. Mereka menerima pukulan, disundut rokok sampai kepala dilempar paving

Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 7 Surabaya, Joko Suprianto juga membenarkan adanya konflik yang terjadi. Dia menjelaskan masalah tersebut berawal dari kompetisi futsal antarsekolah dimana terdapat aksi ejekan dari sekolah lawan. Keributan tidak dapat dihindari dan pecah di kawasan SMA Kompleks, Kecamatan Genteng, Minggu (31/7) dini hari beberapa waktu lalu. (min/cha)

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU