Polres Blitar Gelar Operasi dan Rapid Antigen Acak Ke Pengendara

Polisi Blitar memberikan masker gratis kepada pengendara SP/DECOM

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Usai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid 2 selesai pada Selasa (8/2/2021) mendatang, Polresta Blitar akan gelar operasi protokol kesehatan skala mikro. Operasi ini nantinya akan menyasar wilayah yang hingga saat ini masih dalam zona hitam, yaitu Kecamatan Kanigoro, Blitar.

AKBP Leonard M Sinambela, Kapolres Blitar, memimpin langsung operasi mikro tersebut. Selain hanya membagikan masker dan mengedukasi protokol kesehatan, tes rapid antigen juga akan dilaksanakan dengan target acak kepada pengendara. Jalan Kusuma Bangsa 60 Kanigoro, tepat di depan kantor Pemkab Belitar menjadi lokasi pertama pelaksanaan operasi mikro.

AKBP Leonard menjelaskan ada sekitar ribuan masker gratis dibagikan kepada pengguna jalan. Tes rapid antigen juga dilakukan, sebanyak 96 sampel didapat dan semuanya negatif.

"Kami mengedukasi agar masyarakat tidak takut melakukan swab test untuk mengetahui apakah mereka terpapar COVID-19 atau tidak. Rata-rata yang dites, baru pertama melakukan swab test. Padahal pandemi sudah setahun. Kami ingin masyarakat mengetahui pentingnya memeriksakan kondisi kesehatannya sebelum terlambat dan berakibat fatal," ujar Leo, Minggu (7/2/2021).

Tes rapid antigen ini diprioritaskan kepada pengendara yang memiliki mobilitas tinggi, berasal dari luar kota yang melintas, hingga pengguna jalan berusia lanjut. Prioritas tersebut nantinya dilihat dari indentitas pada e-KTP maupun plat nomor kendaraan.’

Kasatlantas Polres Blitar, AKP Rudi Purwanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 3.500 alat rapid antigen yang akan digunakan dalam operasi mikro.

"Terkait lokasi akan kami acak. Tidak hanya di jalan raya, tapi bisa juga di pasar atau titik kerumunan warga yang lainnya," kata Rudi, Minggu (7/2/2021).

Rudi menuturkan, menjelang libur panjang imlek nanti, pihaknya telah menyiapkan penanganan yang terpat untuk mengurangi paparan Covid-19 dengan operasi mikro secara masif dibeberapa wilayah.

"Jangan sampai libur Imlek ini menimbulkan klaster baru di Kabupaten Blitar," pungkas Rudi. Arb3