Polrestabes Surabaya Bentuk 3 Ring Buyarkan Kerumunan Ribuan Bonek

92 Bonek diamankan di halaman Mapolrestabes Surabaya. Mereka diduga usai membuat kericuhan dan provokasi di sekitar Tambaksari Surabaya Kamis malam. SP/Anggadia Muhammad

92 Bonek yang Buat Kericuhan Diamankan, Hasil Swab Tesnya, Negatif Semua, Padahal Berkerumun dengan Ribuan Bonek dalam Perayaan Anniversary Persebaya ke-94

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat malam menjelang Anniversary Persebaya yang ke-94, justru terjadi kericuhan di area sekitar Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya. Kericuhan itu terjadi antara oknum suporter Persebaya yang disebut Bonek, yang sempat saling lempar batu dan menyerang aparat kepolisian. Namun, kerumunan bonek itu justru bisa memadati di Jalan Tambaksari, tepat depan Stadion G10N Surabaya. Padahal, aparat kepolisian sudah membuat pembatasan hingga 3 ring untuk mengantisipasi penumpukan bonek.

Ternyata, itu merupakan taktik dari Polrestabes Surabaya untuk memecah ribuan bonek agar tidak terpusat di Stadion G10N Tambaksari. Hal itu diungkapkan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir, Jumat (18/6/2021).

Menurut Isir, diberlakukan strategi 3 ring untuk mencegah berkumpulnya bonek di satu titik pada malam ulang tahun Persebaya. Untuk ring 1 yakni area Jalan Tambaksari Surabaya, tepatnya di Stadion Gelora 10 Nopember, yang menjadi titik kumpul Bonekmania. Sedangkan ring 2 yakni area Jalan Ngaglik, Krampung, Ambengan, dan Jalan Residen Sudirman.

Sementara untuk ring paling luar, petugas memberlakukan hingga Jalan Wonokromo Surabaya, karena diketahui area tersebut sebagai pintu gerbang masuk pusat Kota Surabaya.

"Sebetulnya sudah jauh hari kami berikan imbauan agar tidak merayakan dengan berkumpul. Maka itu kita bagi tiga ring, agar tidak satu titik. Yah mungkin karena mereka masih muda, semangat, punya rasa memiliki tim yang sangat tinggi, sehingga lupa dengan Prokes," ujar Isir, kemarin.

 

Ring 1 dan Ring 2

Menurut perwira dengan pangkat tiga melati dipundaknya itu, ribuan bonek yang di ring 1 sengaja dipisah dengan ribuan bonek yang di ring 2. Bahkan, beberapa bonek dari luar kota sudah tidak bisa masuk. "Yang ring 1, terpantau dari daerah sekitar dan sudah standby di wilayah sekitar sejak sore," lanjut Isir.

Dari pantauan Surabaya Pagi, Kamis (17/6/2021) malam hingga tengah malam di ring 2 dan ring 1, beberapa bonek sudah diblokade kendaraan water cannon dan tim anti huru-hara Polrestabes Surabaya dengan berseragam lengkap.

Pada ring 2, polisi sudah menyekat di sekitar Jalan Ngaglik, tepatnya depan Kaza City Mall. Pantauan di lokasi, ribuan Bonek Mania, julukan suporter Persebaya Surabaya itu bersorak kepada ratusan polisi yang bersiaga di depan Kaza City Mal, supaya diberikan akses untuk memasuki sekitaran Gelora 10 November.

"Ijo ijo ijo ijo. Buka buka, buka buka," sorak sorai ribuan Bonek supaya diperbolehkan petugas memasuki area Gelora 10 November.

Mereka juga terlihat menyalakan petasan dan flare untuk memeriahkan suasana, sembari menyanyikan lagu-lagu khas Bonek Mania yang dilantunkan setiap Persebaya berlaga.

Polisi menggunakan pengeras suara mengimbau ribuan Bonek supaya mentaati protokol kesehatan.

"Kawan-kawan mari saling menjaga jarak. Saya juga Bonek Mania. Untuk kawan-kawan mohon merayakan di rumah saja untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salam satu nyali wani," ujar polisi yang berjaga di ring 2.

 

Menyanyi Bersama

Sementara, dari pantauan ring 1, para bonek sudah memadati sejak pukul 21:00 WIB dan berangsur padat kumpul tanpa prokes sekitar pukul 22:30 WIB hingga menjelang pergantian hari. Bahkan, menjelang pergantian hari tepat hari ulang tahun Persebaya ke-94, Kapolrestabes Surabaya Kombes Isir yang berdiri diatas kendaraan taktis anti huru hara meredakan ribuan bonek yang sudah berkumpul di Stadion G10N. "Kawan-kawan, silahkan mundur. harap tenang," teriak Isir.

Tak lama, di mobil yang ditumpangi Kapolrestabes Surabaya itu, dibunyikan theme song Persebaya "Song for Pride". Karuan saja, ribuan bonek langsung menyanyi bersama. Usai "Song for Pride" dikumandangkan bersama ribuan bonek, tepat pukul 00:00 WIB hari Jumat 18 Juni 2021, lagu Selamat Ulang Tahun milik grup band Jamrud dinyanyikan.  Sontak ribuan bonek bernyanyi bersama sembari menyalakan flare dan mengibarkan spanduk.

Malam perayaan Anniversary Persebaya ke-94 itu tercoreng dengan kericuhan yang dilakukan oknum Bonek yang diduga ingin merusak acara perayaan HUT Persebaya ke-94 itu.

 

Bonek Ricuh

Kericuhan itu terjadi menjelang masuk di ring 1, yakni diluar area Stadion G10N. Mereka dihalangi oleh petugas agar tidak bisa merapat ke depan Stadion. Alhasil, Bonek melakukan pelemparan batu sehingga petugas terpaksa menembakan gas air mata.

Kericuhan terjadi berlangsung hingga Jumat dini hari. Bahkan waktu kericuhan, tak hanya lemparan batu, namun mereka juga menembakan petasan ke arah petugas.

Keadaan kondusif saat puluhan oknum Bonek diamankan karena diduga sebagai pembuat onar. Selain itu, ada dua Bonekmania dari Gresik yang mengalami luka karena lemparan suporter lainnya sehingga dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Dalam kejadian itu, puluhan pot dan tanaman yang ada di area Krampung rusak. Beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan, seperti sampah dan water barier rusak hingga terguling.

Atas kericuhan itu, diamankan 92 orang yang terdiri 90 laki-laki dan dua perempuan.  "Yang diamankan 92 orang yang terdiri dari 90 laki-laki dan dua perempuan," kata Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP M Faqih, Jumat (18/6/2021).

Faqih menambahkan, 92 Bonek yang diamankan telah menjalani swab tes antigen Covid-19. Hasilnya keseluruhan mereka dinyatakan negatif.  "Hasil dari swab antigen tersebut, ke 92 orang itu semuanya dinyatakan negatif," ucapnya.

Para Bonek tersebut hanya diamankan sementara. Mereka juga sudah mulai dilepaskan atau diperkenankan pulang ke rumahnya masing-masing setelah dijemput oleh keluarga. ang/cr2/rmc