Polsek Ambulu Pasang Himbauan Tutup di Pantai Wisata Watu Ulo

SURABAYAPAGI, Jember- Sudah menjadi pemandangan umum, jika libur Lebaran, di sejumlah tempat wisata selalu dipadati pengunjung seperti pantai Watu Ulo, Seruni Payangan, Teluk Love yang berada di Kecamatan Ambulu, Pantai Papuma yang masuk Wilayah Kecamatan Wuluhan dan pantai di Wilayah Kecamatan Puger.

Sebagai antisipasi kerumunan dan memutus mata rantai penyebaran Covi-19, petugas Polsek Ambulu Polres Jember bersama petugas loket wisata Watu Ulo melaksanakan pemasangan himbauan penutupan wisata sementara rabu (12/5/2021) pukul 12.00 wib s/d selesai.

Kapolsek Ambulu AKP Sudaryanto mengatakan, banner himbauan penutupan wisata sementara di lokasi Watu Ula sengaja kita pasang sebagai tindakan pencegahan dan antisipasi penyebaran virus Covid-19 disaat masa libur lebaran Idul Fitri 1442 H. Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jember tutup menyusul adanya instruksi dari Bupati Jember Hendy Siswanto bahwa wisata tutup di masa libur Lebaran. 

"Instruksi penutupan ini untuk menghindari kerumunan warga. Sebab, jika dibuka, sejumlah tempat wisata di Jember, kerap dipadati pengunjung,"ujarnya. 

Beberapa tempat wisata yang tutup antara lain Pantai Watu Ulo dan Puncak Rembangan. Tempat wisata itu ditutup hingga Minggu (16/5/ 2021).

Sementara itu, tempat wisata dalam ruang dan berbayar boleh dibuka, namun dengan syarat, menyediakan skrining tes rapid Antigen atau Genose dan Pengelola juga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

"Kondisi kita semakin baik, namun harus tetap dijaga bersama, jangan sampai turun lagi," terang Sudaryanto.

Jika di tempat wisata pantai masih ditemukan warga berkunjung imbuh Sudaryanto itu adalah warga sekitar.

"Pos Watu Ulo memantau mobilisasi warga di sekitar Pantai Watu Ulo, Payangan, Teluk Love, juga Papuma. Sedangkan Pos Pancer Puger dijaga anggota Polsek Puger bersama anggota Satpolair Polres Jember untuk mengawasi warga di seputaran Pantai Pancer dan Jalur Lintas Selatan Puger," urainya. 

"Terutama tempat wisata terkenal di Jember, yang biasa jadi jujugan warga saat libur Lebaran, itu harus tutup. Jangan ada penjualan tiket masuk," tegasnya.

Sementara itu, Satgas Pusat Penanganan Covid-19 secara tegas meminta supaya ada pengendalian kerumunan warga ke Jember. Jangan sampai ada kerumunan warga, baik di tempat wisata, ataupun ritual berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya kan warga punya ritual kumpul-kumpul, seperti perayaan Kupatan. Itu sebaiknya dilarang," ujar Brigjen Pol Sri Eko Pranggono, dari Satgas Pusat Covid-19 saat supervisi saat berkujung ke Jember.dik