Posisi Cak Imin, di PKB Terancam Gus Yahya

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ini ada kalkulasi politik atas terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf, sebagai pimpinan PBNU.

Kakak Menag ini dinilai bisa mengancam posisi Abdul Muhaimin Iskandar alis Cak Imin sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kalkulasi politik ini, karena Cak imim, selama ini dicap aktor utama di balik penggulingan Gus Dur. Sementara Gus Yahya, pengikut militan ajaran Gus Dur.

“Saya kira bisa jadi posisi Cal Imin makin terancam,” ujar Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, Senin (27/12/2021).

Saiful Anam menuturkan, selama NU dipimpin Said Aqil Siroj memiliki kedekatan politik erat dengan PKB.

Bahkan, dalam pandangan Saiful Anam seringkali apa yang menjadi keputusan PKB juga diikuti oleh NU saat itu, begitu pun sebaliknya.

 

 

 

Perubahan Politik

Menurut Saiful, setelah terpilihnya Gus Yahya akan ada perubahan politik signifikan. Apalagi, Gus Yahya lebih memilih bersikap tidak memihak salah satu partai politik.

“Apalagi misi yang diusung adalah menghidupkan kembali pemikiran Gus Dur.”

“Yang kita tahu Gus Dur sempat berseteru dengan Cak Imin, bahkan sampai saat inipun gerbong keduanya masih terasa berbeda gerbong baik di NU maupun PKB,” jelas Saiful.

Dengan demikian, Saiful curiga bahwa PKB semakin terancam dengan keterpilihan Gus Yahya. Apalagi, merupakan kakak kandung dari Yaqut yang saat ini menjabat Menag.

Dari hasil analisa Saiful Anam, dengan Menag Gus Yaqut yang saat ini menjabat Ketua DPP PKB, bukan tidak mungkin memiliki misi untuk menjadi Ketua Umum DPP PKB menggulingkan Cak Imin.

“Bukan tidak mungkin apabila ada keinginan besar untuk menggulingkan posisi Cak Imin akan lebih mudah, mengingat jabatan Menag dan Ketum PBNU dipegang oleh dua orang yang masih memiliki hubungan kekeluargaan,” tutur Saiful.

Yahya Cholil Staquf dan Yaqut Cholil Quomas adalah putra dari KH Cholil Bisri. Reputasi almarhum Cholil Bisri adalah sosok di balik kelahiran PKB.

PKB sendiri terpecah sejak Muktamar di Semarang pada 2005. Muktamar ini memilih Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum yang baru, sedangkan Gus Dur duduk sebagai Ketua Dewan Syura. Cak Imin adalah keponakan Gus Dur.

Namun, menjelang Pemilu 2009, internal PKB kembali bergolak. Cak Imin dipecat dari jabatannya karena dianggap melakukan manuver dengan “bermain-main ke istana" atau mendekati pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu.

 

 

 

Cak Imin Gugat Gus Dur

Cak Imin dan para pendukungnya tidak terima, kemudian mengajukan gugatan terhadap Gus Dur ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Isu Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB pun mulai mengemuka. Kini Gus Yahya, jadi ancaman Cak Imin di PKB. n sm, er, jk