Produksi Perlengkapan Militer yang Tembus Pasar Internasional

M. Andi Sufi Kumoro saat menjahit salah satu pesanan baju militer. SP/ KDR

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Berawal dari hobi yang menyukai dunia militer membawa M. Andi Sufi Kumoro sukses menggeluti usaha konveksi perlengkapan militer seperti TNI/Polri hinggga pasar internasional seperti, Malaysia dan Amerika.

Sebelum sukses di usaha konveksi perlengkapan militer, dulunya Andi pernah bekerja di koperasi simpan pinjam pada 2014 lalu. Lalu ia berhenti bekerja setahun berselang karena PHK. Dalam kondisi terdesak, dia memutuskan untuk belajar menjahit. Teknik dasar menjahit dipelajari dari temannya. Adapun kemampuan membuat pola dipelajari dari Youtube.

Beberapa bulan menekuni pembuatan baju, dia sadar jika segmen itu sudah terlalu banyak pesaing. Termasuk toko fashion yang modelnya lebih update dan trendy. Namun, tak sampai disitu, Andi berusaha mencari pembeda. Melakukan diversifikasi produk. Setelah lama menimbang, tebersit dalam benaknya untuk memulai bisnis konveksi atribut militer. 

Tak butuh waktu lama untuk mengenalkan produknya ke pasar. Bermodalkan uang pesangon dari tempatnya bekerja, ia mulai membeli bahan-bahan pada 2015 silam. Termasuk kain dan mesin jahit.

Lambat laut, kian membuahkan hasil, pemegang merek dagang Progull Defence Gear mampu masuk ke pasar internasional. Pasar yang semakin luas membuat Andi tak bisa lagi menangani produksi sendiri. Dia pun memberdayakan beberapa tetangganya untuk menjahit.

Produknya kini dijual ke berbagai daerah di Indonesia. Hingga saat ini, seragam buatan Progull sudah dipakai sejumlah kesatuan TNI dari Sabang sampai Merauke.

Bahkan, atribut TNI untuk pasukan perdamaian di Udaifur juga pernah dipesan di tempat konveksi miliknya. Baru-baru ini, Andi juga menerima pesanan seragam bermain airsofter dari Amerika.

Melihat usahanya yang sekarang sudah berkembang, Andi lantas mengingat kembali awal-awal merintis usaha pembuatan atribut militer Kala itu, dia memulai dengan membuat rompi militer berbahan seadanya. Memanfaatkan mesin jahit yang dimiliki, rompi buatannya laris manis. Dalam sehari dia bisa memproduksi 8-12 rompi militer.

Kini Progull Defense Gear tidak hanya memproduksi rompi militer. Melainkan juga melayani permintaan modifikasi helm militer yang trendi. Demikian juga peralatan taktikal lainnya. “Kami sediakan peralatan taktikal sesuai pesanan pelanggan,” terangnya.

Andi bersyukur, tiap bulan pesanan dari instansi TNI dan Polri terus mengalir. Ada ratusan pesanan yang harus dikerjakan tiap bulannya. Tak puas melakukan pemasaran offline, Andi juga menyasar pemasaran online melalui beberapa market place. 

Satu resep yang terus dipertahankan untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Yaitu, dia terus mengikuti tren agar tak ketinggalan zaman. “Saya berusaha mengikuti tren terbaru, itu sangat mempengaruhi pesanan pelanggan,” katanya. Dsy5