Prostitusi Online, Judi Online, Contoh Gaya Hidup Instan

Raditya M Khadaffi, Wartawan Surabaya Pagi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Harian kita edisi Rabu (8/6/2022) berjudul “Goyangan Hana Hanifah, Habis Tersangkut Prostitusi Online, kini Judi Online” kita buat untuk mengingatkan kita semua, ya orang tua, anak muda dan pendidik. Berita dengan judul ini kami buat bukan semata menyoroti si artis Hana Hanifah. Tapi refleksi kita semua.

Saya menyebut aktris berusia 27 tahun ini mulai dikenal luas saat dirinya ikut membintangi sinetron kolosal berjudul “Joko Tingkir” pada 2020 lalu. Setelah itu, tak hanya populer di dunia akting dan hiburan. Nama Hana malah mencuat bukan keartisannya, tapi gadis cantik ini malah tersangkut prostitusi online. Kini artis muda kelahiran 30 April 1995 malah disangkutkan dengan judi online. Masya Allah!

Orang tuanya yang melahirkannya pasti kaget. Mereka tak mengira anak perempuannya jadi pelaku kriminal. Benarkah Hana Hanifah, terjebak dalam gaya hidup hedonis?

Mempelajari dua peristiwa yang dialami Hana Hanifah, yaitu terlibat prostitusi online dan judi online, kesan kuat ia menjalani gaya hidup yang di dukung dengan kemajuan teknologi. Sadar atau tidak, artis aduhai ini sepertinya masuk dalam bisnis gunakan gadget dan layanan internet.

Teknologi ini telah berkembang cepat. Artis muda sekelas Hana, akhirnya membuat kecanduan gadget.

Kesan saya ia termasuk generasi milineal yang betah berlama-lama untuk menggunakan gadgetnya sehingga mudah bersosialisasi dengan orang lain.

Pikiran saya keradaan teknologi yang digunakan artis Hana sampai terseret dua kasus kriminal, tidak terlepas dari jaringan mendunia yang dikenal dengan sebutan internet.

Ini bukti perkembangan teknologi perlahan mulai mempengaruhi pola dan gaya hidup manusia, sehingga menimbulkan sebuah perubahan seperti dialami Hana, yang melakoni prostitusi dan judi online.

 

***

 

Suka atau tidak , Hana telah terseret dalam perubahan gaya hidup instan. Gaya hidup ini bisa memunculkan pola pikir ingin hidup mewah secara instans. Apakah ini juga menjadi pikiran sebagian generasi baru diluar artis cantik ini.?

Akal sehat saya berpendapat dengan pola pikir seperti Hana, ia sepertinya tidak (belum) mampu menyeimbangkan gaya hidup positif dan negatif. Orang seperti Hana, cenderung memilih pekerjaan yang menguntungkan dan menunjang gaya hidupnya secara mudah sebagai pelacur dan pejudi online.

Bisa jadi pekerjaan diluar melacur dan berjudi, dianggap tidak mampu menunjang gaya hidup Hana.

Orang seperti Hana, sepertinya ogah (tak mau) mencari pekerjaan lain yang membutuhkan keahlian dan ketekunan. Apalagi menciptakan pekerjaan baru yang yang lebih bermanfaat untuk orang lain, kecuali esek esek dan judi yang dinikmati sendiri.

Menurut saya, itu termasuk gaya hidup serba instan yang dipraktikan Hana. Pertanyaannya, apa sih maksud Hana?

Apa dengan gaya hidup instan seperti itu, ia bisa menjalani hidup serba cepat, serba mudah, efisien dengan cara-cara yang instan. Akal sehat saya bilang inilah contoh buruknya gaya hidup instan. Orang seperti Hana bisa menjadikan dirinya lupa akan esensi hidup yang berproses.

Saya berpendapat kebiasaan (buruk) menjalani prostitusi dan judi online bisa mengubah persepsi seseorang bahwa hidup era teknologi itu kejam, bukan indah. Gaya hidup ala Hana yang terkesan instan, secara akal sehat tidak bisa ditoleransi sebagai hal lumrah. Apalagi dilakukan tanpa adanya rasa bersalah?

 

***

 

Gaya hidup serba instan seperti ini, bisa berawal dari kebiasaan orang yang tidak mau menunggu dan bekerja keras. Ia seperti orang yang ingin serba praktis dan cepat dalam mendapatkan sesuatu (kemewahan).

Perubahan yang terjadi saat ini turut menyesuaikan dengan kebutuhan gaya hidup generasi milenial (sebagian). Oleh karena itu, kemajuan teknologi (online) bisa dijadikan peluang kenikmatan instan (sesaat).

Orang seperti Hana, bisa dimanfaatkan oleh para inovatif untuk menghadirkan sejumlah aplikasi jasa online seperti, jasa pelacuran dan judi. Selain jasa pengiriman barang, jual beli makanan dan minuman siap saji.

Dengan hadirnya pelayanan jasa online masyarakat menjadi lebih mudah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tidak hanya itu, masyarakat tidak perlu merogoh saku dengan jumlah yang banyak untuk membeli barang tidak terjangkau lokasinya. Barang bisa dikirim melalui pengiriman jasa online.

Berbeda hal nya ketika membeli sesuatu secara langsung. Tentunya dapat menghabiskan banyak waktu, uang dan tenaga. Itulah yang menyebabkan sejumlah masyarakat bisa menerima perubahan yang ada. Termasuk jasa pelacuran dan judi online.

Secara hukum, postitusi online adalah modus baru yang menawarkan wanita melalui sebuah alamat web atau aplikasi. Pemilik web atau aplikasi ini memajang foto-foto wanita dengan busana minim yang siap melayani customer. Para peminat hanya cukup menghubungi Nomor HP para mucikari tersebut yang ditampilkan di halaman web, kemudian mucikari inilah yang mengantarkan pesanan kekamar hotel atau ke apartemen sesuai dengan keinginan pelanggan.

Praktis prostitusi Online telah menjadi salah satu bentuk kejahatan yang berkembang karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pengamatan saya dengan semakin berkembangnya teknologi menyebabkan semakin merebaknya bisnis prostitusi karena dapat memanfaatkan sarana internet dalam bertransaksi dan penawaran prostitusi.

Pendeknya, transaksi untuk kegiatan prostitusi online tidak perlu lagi bertemu di tempat-tempat Pekerja Seks Komersial biasa menjajakan diri seperti di tempat lokalisasi ataupun di pinggir jalan.

Hal ini dirasakan orang seperti Hana dapat memberikan keamanan baik bagi calon penikmat tubuhnya maupun Pekerja Seks Komersial. Praktis penggunaan internet dapat menggunakan sarana pemasaran bagi Pekerja Seks Komersial maupun mucikari guna menjaring pelanggan menjadi semakin populer.

Juga judi online. Pemainnya dapat mengakses judi online dimana saja seperti prostitusi online. Pejudi online yang saya amati hanya bermodalkan telepon pintar dan uang puluhan ribu. Namun dalam jangka panjang justru judi online bisa membuat pelakunya kecanduan dan berpotensi melakukan tindakan kriminal.

Permainan judi online sama dengan prostitusi online. Bila tidak tertangkap, dapat menyebabkan kecanduan karena ketika seseorang tersebut diberi kemenangan, biasanya dia akan ingin memainkannya terus menerus untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Tak beda dengan pelacur online. Inilah gaya hidup instan yang menyesatkan siapa saja. n ([email protected])