Psikolog : Tak Mendidik, Anak Diizinkan Nonton Konten Porno

Anak-anak yang sedang melihat konten tanpa pengawasan orang tua. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai psikolog keluarga saya tidak merekomendasikan orang tua untuk mengizinkan anak-anak menyaksikan konten orang dewasa.

Alasannya, menyaksikan adegan vulgar akan menumbuhkan sifat adiktif atau kecanduan dan memunculkan rasa ingin tahu untuk mencoba.

Jadi secara pribadi, saya tidak merekomendasi anak diizinkan untuk menonton konten porno, karena paparan pornografi akan mendorong rasa ingin tahu anak, yang berpotensi menumbuhkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba-coba. Ini cara mendidik yang tidak baik dan tidak benar.

Saya mengingatkan orangtua, saat menonton konten pornografi, anak akan mendapatkan kepuasan fisik yang ditandai dengan kehadiran oksitosin pada perempuan dan vasopresin pada laki-laki, yang sifatnya adiktif.

Nah itu sebabnya, saya menganjurkan sebaiknya remaja konsentrasi pada produktivitas daripada terjebak hanya pada konten pornografi.

Namun, ketika anak kedapatan menonton video porno maka sebaiknya orang tua menggunakan kesempatan itu untuk memberikan konten materi kesehatan reproduksi secara efektif.

Ingat! Jangan hanya memarahi anak atau membuatnya malu atau bahkan stress.

Saya tak sependapat dengan cara penyanyi Yuni Shara yang dalam sebuah wawancara dengan Venna Melinda dan tayang pada pada 19 Juni 2021, mengaku ingin menjadi orang tua dengan pemikiran yang terbuka untuk anak-anaknya.

Saya hargai pernyataan Yuni bahwa anak-anaknya kebetulan anak-anak yang terbuka.

Anggapan tak mungkin anak-anak kita enggak nonton film porno, mau yang jenis anime atau jenis apapun segala macem, akan ada.

Saya tak sapendapat cara Yuni Shara yang secara bebas mengizinkan anaknya untuk menonton film porno.

Apalagi menggunakan alasan daripada nanti gimana-gimana mending kita jadi temen saja 'gimana nontonnya' misalnya kayak gitu. Itu yang kayak gini-gini.

Yuni Shara, sebagai ibu tunggal bagi kedua anak laki-lakinya, yakni Cavin Obrient Salomo Siahaan dan Cello Obient Siahaan, mengaku harus memberikan edukasi kepada anak-anaknya soal pergaulan dan pendidikan seks. Tujuannya, agar anak tidak terjerumus kepada hal yang negatif dan berdampak pada masa depannya. Cara mendidik seperti Yuni yang saya tidak setuju. n (Psikolog keluarga dari Universitas Indonesia Kasandra Putranto, di Jakarta, Senin 28 Juni 2021). n rtr/rmc