Puti-BDH, Cawali-Cawawali di Pilwali Surabaya 2020

 

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati, sampai Sabtu (29/8/2020) sore masih belum memastikan siapa Bakal Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya dalam kontestasi Pilkada Kota Surabaya 2020.

Informasi Surabayapagi.com terbaru dari ring satu di DPP PDIP, cawali-cawawali yang diusulkan dari Surabaya, diduga ada tarik menarik kepentingan antara faksi Risma dengan faksi lain.

Menurut sumber ring satu DPP PDIP itu, cawali-cawawali Kota Surabaya, mengerucut pada Puti Guntur Soekarno-Bambang DH.

Pengurus DPP memberi masukan prestasi Bambang DH, tidak kalah dangan Risma. Bahkan yang jadikan Tri Rismahari saat menang di Pilwali Surabaya tahun 2010, Walikota Bambang DH.

“Puti memang tak paham soal kota Surabaya. Tapi dia trah Soekarno dan Bambang DH, berpengalaman. Nanti kalau jadi, BDH yang operasional walikota,” jelas sumber itu, Sabtu sore tadi kepada Surabayapagi.com.

Dangan pilihan Puti-BDH, spekulasi antara Ery Cahyadi-Whisnu Sakti Buana, berakhir.

Sebelumnya, mantan Ketua DPC PDI Perjuangan kota Surabaya Saleh Ismail Mukadar, mengusulkan, melihat situasi politik Surabaya, seharusnya DPP PDIP mengusung Puti Guntur Soekarno di Pilwali Surabaya.

“Puti Guntur Soekarno dipasangkan dengan siapapun sekalipun bukan dengan Erik (Eri Cahyadi, red) pasti akan diterima oleh Risma. Apalagi bila dipasangkan dengan Erik yang selama ini dijagokan Risma,” ucap pria yang pernah menjadi Manajer Persebaya Surabaya saat menjuarai Liga Indonesia 1997 saat itu.

 

Menurut politisi PDIP itu, Menurunkan Puti ke Surabaya selain menghindarkan menyelesaikan persoalan perbedaan antara DPP dengan Risma juga menyatukan faksi-faksi dalam PDI Perjuangan yang ada di Surabaya. “Jadi sebaiknya menyatukan faksi-faksi dalam PDIP di Surabaya, sehingga peluang menang dan tetap mempertahankan hegemoni Partai ini di Surabaya guna memelihara dan merawat keberagaman dan toleransi bisa terus dilanjutkan” tulis Saleh. (rmc)