Putin Tak Gubris Ajakan Perdamaian Jokowi

Gaya Presiden Jokowi saat ditemui Presiden Rusia, Vladimir Putin di Moskow,.

Ini Sudah Diduga oleh Menteri Luar Negeri Indonesia era SBY, Dino Patti Djalal

 

SURABAYAPAGI.COM, Moskow - Presiden Vladimir Putin, ternyata tak banyak menunjukkan reaksi saat Jokowi ingin perang dengan Ukraina, segera selesai. Saat Jokowi menyampaikan hal tersebut, Putin malah terlihat meletakkan tangannya di podium. Sementara matanya tampak melihat ke atas seperti memperhatikan langit-langit.

Padahal dalam pengakuannya, Jokowi masih menegaskan ia tak memiliki kepentingan apapun kecuali ingin bahwa perang segera selesai. Jokowi pun berharap agar rantai pasok pangan pupuk dan energi bisa segera diperbaiki.

"Saya sampaikan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan pupuk energi dapat segera diperbaiki. Karena ini menyangkut kehidupan ratusan juta orang, bahkan miliaran manusia," tegas Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan, momen yang ia samapaikan diantaranya adalah tentang kemanusiaan. "Kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Konstitusi Indonesia mengamanatkan bahwa indonesia selalu berusaha berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia," tutur Jokowi.

"Dalam konteks inilah saya melakukan kunjungan ke Kyiv dan ke Moskwa," lanjutnya.

Ia juga menyampaikan soal penyelesaian damai atas konflik Rusia Ukraina. Di sisi lain, Jokowi menuturkan bahwa ruang damai atas konflik harus dilakukan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan pesan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. "Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin. Dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara kedua pemimpin tersebut," tegas Jokowi.

 

Jokowi di Moskow, Rudal Bombardir

Pada saat pembicaraan dengan Putin di istana Kremlin, dilaporkan dari Kiev, ibu kota Ukrania, rudal Rusia masih membombardir Ukraina.

Bahkan dalam keterangan pers bersama usai dialog, Presiden Putin menyebut Rusia menyambut hangat kunjungan Presiden Jokowi di Kremlin, menandai untuk pertama kalinya Presiden berkunjung ke Moskow.

Presiden Putin dalam kesempatan tersebut menekankan, Indonesia adalah salah satu mitra utama Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Hubungan Rusia-Indonesia bersifat konstruktif dan saling menguntungkan.

Dikatakannya, hubungan Indonesia dan Rusia berkembang dengan mantap atas dasar tradisi persahabatan, serta bantuan timbal balik yang telah berlangsung lama.

"Izinkan saya mengingatkan, negara kita (Rusia - dulu Uni Soviet) membantu pembentukan kenegaraan Indonesia, memperkuat posisi republik muda di kancah internasional," ungkap Presiden Putin melansir situs Kremlin.ru Jumat, (1/7/2022).

"Dengan partisipasi spesialis kami dan insinyur, pembangun, objek besar transportasi dan infrastruktur industri, stadion, rumah sakit, dan lembaga penting lainnya dibangun di Indonesia, banyak di antaranya terus bekerja hingga hari ini," sambung Presiden Putin.

 

AS Kirim Teroris ISIS

Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) disebut tengah merekrut anggota kelompok teroris ISIS yang saat ini ditahan oleh pasukan Kurdi di Suriah untuk membantu Ukraina melawan Rusia.

Dikutip dari Sputniknews pada Jumat (1/7/2022), berdasarkan keterangan sumber, Amerika saat ini sedang memindahkan para tahanan itu ke fasilitas mereka di Eropa dengan dalih untuk melakukan investigasi terhadap napi teroris.

Hingga saat ini, Pasukan Kurdi di Suriah telah menyerahkan sebagian besar tahanan ISIS yang merupakan pimpinan kelompok teroris tersebut. Tahanan itu merupakan warga negara Eropa, Irak, Rusia, dan Xinjiang China.

Sumber itu pun menyebut, Washington berencana mengirim para militan itu untuk ikut berperang melawan tentara Rusia.

 

Diskusi dengan Jokowi

Presiden Putin mengatakan, selama pembicaraan, ada beberapa masalah regional dan internasional yang paling mendesak lainnya disinggung. "Saya memberi tahu Presiden secara rinci tentang situasi yang berkembang di arah Ukraina," tukas Presiden Putin.

Presiden Putin mengapresiasi kunjungan dan diskusi kedua pemimpin yang dinilainya berlangsung produktif. Ia yakin, kesepakatan yang dicapai dari pertemuan tersebut akan semakin memperkuat kemitraan Rusia - Indonesia.

 

Putih tak Sambut Baik

Peristiwa ini menurut mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia era SBY, Dino Patti Djalal menunjukkan Presiden Rusia, Vladimir Putin tidak menyambut baik misi perdamaian yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini suatu pertanda Presiden Putin/Rusia sama sekali tidak mengindahkan misi perdamaian Presiden Jokowi ke Rusia. Melakukan bombardir terhadap Ukraina pada saat Presiden Jokowi tiba di Moskow,” kata Dino Patti Djalal di akun Twitter @dinopattidjalal, dikutip pada Jumat, (1/7/2022).

 

Tak Ada Kepentingan

Sebelum bertemu Putin, Jokowi terlebih dahulu bertemu dengan Volodymyr Zelensky di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina, pada Rabu, (29/6) waktu setempat. Ditegaskan oleh Jokowi bahwa lawatannya ke Rusia dan bertemu dengan Vladimir Putin bertujuan mendorong konflik Rusia dan Ukraina segera berakhir.

“Dapat saya sampaikan Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun, kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk, energi dapat segera diperbaiki karena ini menyangkut kehidupan ratusan juta orang, bahkan miliaran manusia,” tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga berharap berakhirnya konflik Rusia dan Ukraina akan membawa perubahan pada masalah pasokan pangan ke seluruh dunia. n spt/ant/rkt/jk/krm/rm