Putus Asa, Juru Servis Sepeda Ontel Nekat Akhiri Hidup Dengan Tali Jemuran

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 12 Jul 2023 15:17 WIB

Putus Asa, Juru Servis Sepeda Ontel Nekat Akhiri Hidup Dengan Tali Jemuran

i

Polisi saat melakukan olah TKP tempat penemuan jenazah yang meninggal tergantung di Kelurahan Tebon Kecamatan Barat Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (12/07/2023). SP/ MGT

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Juru servis sepeda ontel David Kurniawan (42) warga Kelurahan Tebon Kecamatan Barat Kabupaten Magetan, Jawa Timur nekat mengakhiri hidupnya lantaran putus asa tak punya pekerjaan tetap, dan belakangan dia menderita stroke.

Bapak dua anak itu tak lagi bisa menahan sakitnya. Ditambah, ada beberapa bank plecit yang mendatangi rumah. Hingga akhirnya, dia ditemukan meninggal tergantung di dapur rumah. Diketahui, lehernya terjerat kawat jemuran. 

Baca Juga: Belasan Warga di Magetan Diduga Terjangkit DBD, Mayoritas Dirawat di Rumah

Saat itu, David ditemukan oleh tetangga yang curiga karena sejak pagi tak terlihat keluar rumah. Saat mengantar makanan, tetangganya tak mendapat sahutan dari dalam rumah ketika mengetuk pintu.

Semakin curiga, tetangganya meminta tolong warga lain agar turut menengok ke dalam rumah. Tak disangka, saat dilihat dari ventilasi udara, David sudah tergantung tali jemuran di dapur.

Warga pun membongkar pintu depan rumah. Kemudian, segera masuk. Namun, David sudah tidak bernyawa. Saat dicek, ada pesan terakhir yang dikirimnya pada sang istri dan kakak perempuannya. Pada kakaknya, dia menuliskan di pesan singkat bahwa dia minta maaf, dia belum bisa menjadi adik yang baik.

Baca Juga: Warga Jombang Ditemukan Hanyut di Sidoarjo

Polisi pun mendatangi lokasi, kemudian segera mengamankan lokasi tersebut. Polsek Barat bersama tim Inafis dan Puskesmas setempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa jenazah korban.

Kasi Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo mengatakan, menurut keterangan Kakak korban yakni Maelani Kurnia Sari dan tetangga bahwa korban mengidap penyakit Stroke selama setahun dan tidak kunjung sembuh, korban juga mempunyai riwayat penyakit Hipertensi.

Baca Juga: Ruko Alat Sekolah di Magetan Hangus Terbakar, Kerugian Telan 5 Juta Lebih

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil pemeriksaan dokter UPTD Puskesmas Tebon tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan dari pihak keluarga korban menerima kejadian tsb dengan ikhlas dengan surat pernyataan yang ditandatangani ahli waris dan Lurah Tebon. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Kuncahyo, Rabu (12/07/2023).

Sementara itu, pihak keluarga membuat surat permohonan kepada Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan untuk tidak dilakukan otopsi. dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU