Ramaikan Tagar Save Angga, ASN Pemkot Mojokerto Galang Donasi Solidaritas

Angga korban penganiayaan oknum TNI masih terbaring lemah di rumah sakit. SP/Dwi AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Aksi penganiayaan yang dilakukan oknum TNI berpangkat Letnan Kolonel ke anggota Satpol PP Kota Mojokerto menggugah simpati sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mojokerto.

Selain meramaikan tagar bertuliskan #saveanggasatpol di story whatsapp, instagram dan facebook pribadi, para abdi negara ini juga menggelar open donasi bagi korban pemukulan aparat, Angga Ardiyan.

Ganesh Khresnawan, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskoukmperindag) Kota Mojokerto salah satunya. Ia menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan honorer Satpol PP Kota Mojokerto ini.

"Kasihan saja, dia ini kan statusnya tenaga honorer dengan gaji yang tak seberapa. Jadi kita tergerak secara nurani untuk membantu. Kalau perkara proses hukumnya, biarkan pihak berwajib yang menangani. Kami hanya fokus membantu korban penganiayaannya saja," ujarnya kepada media, Minggu (24/10) pagi.

Bendahara Karang Taruna Kota Mojokerto ini menyebut, tak hanya dirinya saja, seluruh rekannya di kantor Diskopukmperindag juga menyisihkan uang untuk aksi solidaritas ini. Nantinya setelah dana terkumpul akan langsung diserahkan kepada si korban.

"Kita sudah minta izin dan dapat support penuh dari Bu Kadis. Ini masih open donasi, kalau sudah terkumpul akan kita serahkan langsung secepatnya," cetusnya.

Senada juga dikatakan Ana, Kepala Sub Bagian Keuangan di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Mojokerto. Wanita berhijab ini mengaku kenal betul dengan Angga. Karena selain dinas di Satpol PP, Angga juga nyambi jualan bakso keliling di kantor Pemkot Mojokerto.

"Anaknya ini baik dan ramah, makanya saya kaget saat ramai berita kalau dia dipukuli oleh oknum TNI. Kok bisa, salahnya apa?, lha wong anak ini gak pernah neko-neko kok," ujarnya.

Ana mengaku tahu betul dengan sosok Angga, karena hampir setiap hari ia selalu ketemu saat piket di pos jaga pintu masuk kantor Pemkot Mojokerto.

"Kalau lepas piket, dia jualan bakso bawa gerobag motor masuk kantor Pemkot. Ia tak malu nyambi jualan bakso demi mencukupi kebutuhan hidup anak istrinya. Karena katanya ia sudah mandiri sedari kecil, lantaran ditinggal meninggal orang tuanya," ucapnya.

Masih kata Ana, seluruh teman-temannya di Bagian Umum berniat melakukan serkiler (iuran kebersamaan). Semua menyisihkan uang seikhlasnya untuk diperbantukan buat Angga.

"Dana yang disalurkan nanti dari pribadi kami sendiri dan sifatnya tidak memaksa alias sukarela. Monggo jika ada teman-teman dari Bagian lain yang mau ikutan serkiler," ajaknya.

Sekedar informasi, Angga Ardiyan, honorer Satpol PP Kota Mojokerto menjadi korban penganiayaan diduga oknum aparat TNI, Jumat (22/10) malam. warga Jalan Empunala Kecamatan Magersari Kota Mojokerto ini sempat mendapat perawatan serius di UGD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo lantaran luka robek serius di pelipis mata sebelah kiri. Dwi