Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp113,2 Triliun pada 2022

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 12 Jan 2023 13:52 WIB

Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp113,2 Triliun pada 2022

i

KEK Arun-Lhokseumawe. Foto: KEK.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah melalui Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melaporkan  realisasi investasi untuk pembangunan KEK pada 2022 telah mencapai Rp113,2 triliun.  Angka tersebut baru mencakup 52,9 persen dari nilai komitmen investasi Rp214 triliun. 

Menteri Koordinator bidang Perkonomian Airlangga Hartarto yang juga bertanggung jawab sebagai Ketua Dewan Nasional KEK mengatakan, dari realisasi tersebut berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 55.678 orang. 

Baca Juga: Menko Airlangga: Program Makan Siang Gratis Dianggarkan Rp 15 Ribu per Anak Tiap Hari

"Sampai dengan tahun 2022, realisasi investasi adalah Rp113,2 triliun, jumlah lapangan kerja sebesar 55.678 orang, dan komitmen investasinya Rp214 triiliun, dimana untuk tahun 2023 komitmen investasi sebesar Rp61,9 triliun,” kata Airlangga, Kamis (12/1/2023).

Mwnurut irlangga, capaian tersebut didorong oleh beberapa KEK berbasis industri seperti KEK Galang Batang, KEK Kendal, KEK Gresik, KEK Sei Mangkei dan KEK berbasis pariwisata seperti KEK Mandalika, KEK Lido, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Lesung, KEK Singhasari. Peningkatan investasi juga terjadi di KEK Nongsa yang mampu menarik investasi untuk data center, digital, serta industri film.

Baca Juga: Tiga Menteri Bahas Makan Siang Gratis

Selain itu, dari 19 KEK yang saat ini telah ditetapkan oleh Pemerintah, masih terdapat beberapa KEK yang perlu didorong agar dapat berkembang secara signifikan antara lain yakni KEK Morotai, KEK Sorong, KEK MBTK, dan KEK Likupang.

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Nasional KEK juga mencatat beberapa hambatan dalam pengembangan KEK seperti masalah penguasaan dan pengelolaan lahan dan kurangnya kemampuan badan usaha pengembang dalam penyediaan pendanaan.  Selain itu, juga kurangnya kapasitas manajemen dan belum adanya rencana bisnis dalam menarik investasi, diperlukannya dukungan infrastruktur dari pemerintah, serta belum optimalnya pemberian fasilitas fiskal dan kemudahan di KEK.

Baca Juga: Pj Gubernur Adhy Prioritaskan Kurangi Kemiskinan hingga Investasi Ekonomi

Kemudian, Dewan Nasional KEK memberikan arahan untuk melakukan fasilitasi penyelesaian hambatan yang ada dan memberikan asistensi dalam proses pemanfaatan fasilitas dan kemudahan, penyesuaian regulasi, peningkatan Sistem OSS, peningkatan SDM, dan memberikan dukungan infrastruktur kepada KEK yang prospektif serta menyiapkan skema pembiayaan melalui Skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) dan Kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Dengan dukungan tersebut, diharapkan KEK dapat meningkatkan realisasi investasi pada tahun 2023 sebesar Rp61,9 triliun dan dapat menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 78.774 orang yang merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen investasi Rp214 triliun," tutupnya. jk

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU