Reni Tegaskan Tidak Ada Refocusing Anggaran Pendidikan

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Reni Astuti

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Reni Astuti berharap agar pelaksanaan beasiswa Gemas dari tahun ke tahun makin baik. Tahun ini diharapkan ada skema dan sistem sehingga tujuan memutus mata rantai kemiskinan terwujud. 

Meski dalam kondisi pandemi Reni menegaskan tidak ada refocusing anggaran pendidikan. "Meski pandemi, saya termasuk yang tidak setuju jika Anggaran pendidikan dilakukan refocusing. Jadi tahun ini beasiswa ini harus tetap jalan dengan sasaran PTN luar Surabaya lebih diperbanyak," kata Reni.

Reni menerangkan, dari data 2020 ada 2000 anak Surabaya penerima beasiswa Gemas ini dengan anggran hampir 30 milyar rupiah.

Untuk kedepannya, menurut Reni setiap mahasiswa penerima Beasiswa Gemas tidak dilepas begitu saja namun terus terpantau dalam data base. Mereka membawa misi memutus mata rantai MBR untuk keluarganya. Apakah mereka mandek dan tidak produktif setelah kuliah. Atau makin berdaya. 

"Jangan sampai mahasiswa menjadi menggantungkan terus kebaikan hati pemkot. Harus mandiri dan produktif setelah lulus," kata Reni. 

Dinas Pendidikan dan Pemkot Surabaya harus menguatkan sistem hingga menjangkaunya. Sampai pada posisi mana mereka yang telah dibantu meluluskan kuliah.Apakah bekerja atau berwirausaha, semua harus terpantau. Saat mereka mengikuti bursa kerja Sebaiknya Pemkot juga memfasilitasi melalui data base yang ada.

“Mahasiswa harus produktif dan mandiri. Yang paling penting adalah mahasiswa itu punya kemandirian dan produktif. Punya semangat untuk maju dan tidak selalu menggantungkan,” katanya.  Alq