Resign dari Karyawan, Kini Eksis Berbisnis Kopi

Khius Suprianto. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Khius Suprianto sudah berkiprah di dunia kopi sejak belasan tahun silam, kepiawaian Khius mencicipi kopi tak diragukan lagi, karena itulah dirinya mulai memberanikan diri berbisnis kopi.

Namun, ada hal menarik darinya karena beragam tawaran jadi juri lomba bertema kopi kerap ditolak. “Bagi saya, kopi itu tak dinilai, tapi sebagai sarana penghubung saat ngobrol,” ujarnya.

Berawal dari kejenuhannya berbisnis advertising bersama beberapa rekanan. Khius banting setir membuka kedai kopi pribadi. Bermodal angkringan di Jakarta, plus owner-nya.

Saat itu, Khius ditinggal pulang kampung karyawan. Mau tak mau dia harus bagi waktu antara usaha baru dan pekerjaannya. “Waktu buka usaha saya masih jadi karwayan. Gaji saya lumayan sebenarnya, “ungkapnya sembari menyebut memilih buka usaha di Jakarta agar bisa tetap bekerja.

Pantang menyerah, warga lingkungan Balong, Beran, Ngawi, itu coba memesan katering demi memenuhi usahanya. Apes, dagangan acap tak laku. Dia mencari konsep jualan lainnya. Pun membawa angkringannya ke ranah kafe.

“Konsepnya tetap angkringan tapi dengan bahan yang lengkap. Belasan jenis kopi dan teknik penyeduhan. Jadilah Meloe Meloe Ngopi,” kenangnya.

Kini setidaknya 11 kedai Meloe Meloe Ngopi dimiliki Khius. Plus 50 lebih franchise angkringan tersebar di Jakarta,  Jawa Barat, dan Jogjakarta.

Tak ingin jadi kaya seorang diri, memberi manfaat bagi karyawannya suatu kebahagiaan tersendiri. “Sudah gak lagi jadi karyawan. Sejak 2014 sudah resign. Konsisten menggeluti usaha ini,” ucapnya. Dsy2