RS Lapangan Indrapura Sembuhkan 10 Ribu Pasien Covid-19 Selama 15 Bulan

Para pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh oleh DPJP RSLI capai 10 ribu. SP/Semmy Mantolas

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), hari ini kembali mewisudakan 11 orang pasien covid-19. Dengan kesembuhan 11 orang tersebut, maka jumlah pasien yang berhasil disembuhkan di RSLI sebanyak 10.009 pasien.

Wakil Profesi Perawat RSLI Ners Muhammad Hasan, A.Md.Kep menyampaikan, 10 ribu pasien yang berhasil disembuhkan tersebut merupakan akumulasi pasien yang dirawat di RSLI selama 15 bulan terakhir.

Adapun pasien yang dirawat berasal dari pasien lokal baik dari Surabaya raya maupun pasien dari pekerja migran Indonesia (PMI). Khusus untuk PMI yang dirawat di RSLI adalah pekerja yang bekerja di negara Malaysia, Singapura, Hongkong, Brunei Darussalam, Jepang, Inggris dan Belanda.

"Capaian ini adalah bukti dedikasi para awak RSLI selama hampir satu setengah tahun bertugas. Kami berharap 10 ribu ini adalah yang pertama dan terakhir dan tidak perlu adalagi wisuda yang ke 11 ribu," kata Muhammad Hasan, Minggu (26/09/2021).

Hingga saat ini, jumlah pasien yang dirawat di RSLI tersisa 68 pasien. Ke-68 orang ini terdiri dari 32 pasien laki-laki dan 36 pasien perempuan. Secara kategori, pasien dari cluster PMI sebanyak 64 orang dan pasien umum atau lokal sebanyak 4 orang.

"Selama lima belas bulan beroperasi RSLI telah menerima sejumlah 10.559 pasien covid-19 baik dengan tanpa gejala yakni 3500 orang, gejala ringan sebanyak 6.536, gejala sedang ada 223 orang dan gejala berat sebanyak 80 orang," katanya

Terkait tingkat kesembuhan pasien atau recovery rate, RSLI terbilang cukup tinggi. Secara persentase, berada di angka 95 persen. Sementara untuk ketersediaan bed (BOR) mengalami penurunan drastis. Hingga kini bed yang digunakan oleh pasien sebanyak 68 dari kapasitas 410 bed.

"Kondisi sekarang sudah cukup menurun dan dengan BOR di bawah 20% akan memberikan relaksasi dan kesempatan bagi ara nakes, relawan dan petugas di RSLI untuk rehat sejenak dan menjaga ritme, semangat serta energi untuk bersiap melanjutkan tugas dan mengantisipasi kemungkinan serangan gelombang ketiga, yang oleh para ahli diperkirakan akan muncul pada bulan Desember," pungkasnya.

Kepada masyarakat ia juga menghimbau agar tetap menjalankan protokol kesehatan 6M secara konsisten. Khusus pemerintah, ia mendorong agar tracing, testing dan treatment tetap dijalankan secara berkelanjutan. sem