RSUD dr. Soetomo Tak Mampu Bendung Pasien Covid-19

Penumpukan pasien Covid-19 yang ditangani di RSUD dr Soetomo, membuat beberapa ruangan di RSUD Soetomo tak bisa menampung jumlah pasien. Bahkan, keluarga yang menjaga juga keleleran di ruang tunggu. SP/Arlana byob

214 Pasien OTG inden Masuk di RSLI Indrapura

 

Pasien Positif Covid -19 di Surabaya Dua Hari ini Sudah Capai 25.179 Kasus

 

Tempat Parkir 3 Lantai di RSUD Dr. Soetomo, Minggu ini Ditarget Bisa Digunakan Tangani Pasien Covid-19

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sejak Minggu (27/6/2021), penambahan kasus Covid-19 di Jawa Timur mencapai 889 kasus. Bila dibanding Sabtu (26/6/2021), kasus mencapai 989 kasus, ada penurunan. Namun bila ditotal dalam dua hari, penambahannya mencapai 1.878 kasus positif. Dari penambahan kasus di Jatim, pada Minggu (27/6/2021) kemarin, 63 kasus ada di Surabaya. Berarti total kasus positif Covid-19 di Surabaya mencapai 25.179 kasus. Lonjakan kasus positif virus Corona membuat beberapa rumah sakit penuh. Ketersediaan ada yang mencapai 90 persen bahkan 100 persen. Bahkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya, terjadi penumpukan pasien hingga ratusan per hari. Sedangkan, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya saking penuhnya, sekitar 214 orang positif tanpa gejala harus inden untuk masuk di rumah sakit darurat milik Pemprov itu.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Relawan Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 (PPKPC) RSLI, Radian Jadid dan Kepala PKRS dan Humas RSUD Soetomo Surabaya dr. Pesta Parulian Marulung, Minggu (27/6/2021).

Bahkan, di RSLI, prosentase Bed Occupancy Rate (BOR) sudah mencapai 92,5 persen. "Kondisi menggila (pasien) inden tembus 214 orang," kata Radian, kepada Surabaya Pagi, Minggu (27/6/2021).

"Kapasitas tempat tidur masih tersisa 31 bed. Dimana 26 bed untuk pasien laki-laki, 4 bed untuk pasien perempuan dan satunya lagi untuk observasi," lanjut Radian.

Khusus 214 pasien yang inden atau masuk dalam daftar antri di RSLI, mayoritas berasal dari lokal surabaya dan sekitarnya. Hingga saat ini, pasien yang inden masih berada di rumah masing-masing ataupun tempat karantina.

Sementara untuk jumlah pasien yang dirawat di RSLI hingga saat ini mencapai 379 orang. Jumlah ini terdiri atas beberapa kluster yakni kluster Madura sebanyak 58 orang, Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 65 orang dan pasien mandiri sebanyak 256 orang.

 

Sehari 170 Pasien

Juga dialami di RSUD dr Soetomo, sejak Sabtu hingga Minggu, ratusan pasien terus masuk dirawat di ruang isolasi dan IGD RSUD dr Soetomo. Alhasil, terjadi penumpukan pasien di depan ruang IGD. Bahkan, ada beberapa keluarga yang juga menunggu keluarga pasien tercecer di ruang tunggu. “Kemarin, (Sabtu malam) di IGD hampir 170-an pasien Covid-19 yang sempat membuat adanya penumpukan karena menunggu hasil skrining. Tapi, saat ini sudah terurai,” ujar dr. Pesta.

Penumpukan tersebut, kata dokter Pesta karena semua pasien Covid-19 baik itu gejala berat, sedang maupun ringan masuk ke rumah sakit dr. Soetomo. Hal ini dikarenakan semua rumah sakit rujukan Covid-19 penuh sehingga tidak bisa menerima pasien. “Penumpukan kemarin persoalannya adalah semua pasien masuk ke Soetomo, yang gejala ringan pun masuk ke Soetomo. Karena di seluruh rumah sakit penuh, satu-satunya ya di sini,” lanjut dr Pesta.

Untuk mengantisipasi agar penumpukan tidak terjadi lagi, pihaknya mengatakan akan melakukan penyesuaian pelayanan dua IGD RSUD dr Soetomo yakni IGD Penyakit Menular dan IGD Umum untuk mengikuti standarisasi penanganan Covid-19. “Pelayanan ini diharapkan mampu menskrining pasien yang datang. Kita pilah mana yang ringan, akan diedukasi untuk relokasi ke Asrama Haji dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura,” tambahnya.

Pihaknya tidak bisa memungkiri bila ada pasien gejala ringan yang memilih untuk isolasi di rumah sakit daripada isolasi mandiri di rumah. Hal ini dimaklumi karena ada masalah yang dihadapi oleh pasien seperti fasilitas rumah yang tidak memadai dan lingkungan rumah yang warganya belum teredukasi untuk menerima pasien Covid-19.

Untuk itu, pihaknya akan mengarahkan agar pasien tanpa gejala dapat diisolasi di RSLI dan Asrama Haji. “Pasien tanpa gejala kita akan coba arahkan relokasi di RS Lapangan dan Asrama Haji yang akan diberikan kepada rumah sakit Soetomo untuk menseleksi pasien tersebut. Bagi pasien ringan yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah akan dibantu mengantarkan ke RS Lapangan dan Asrama Haji,” jelas dr. Pesta.

Sebelumnya,  RSUD dr. Soetomo akan meredesain gedung parkirnya untuk penanganan pasien Covid-19. Gedung parkir tiga lantai ini per lantainya terdapat 50 kamar. Sehingga mampu menampung hingga 150 pasien.

Dia memastikan, gedung parkir ini sesuai dengan standar penanganan Covid-19. “Semua ruangan bertekanan negatif dan semuanya akan beroksigen sentral. Itu (gedung parkir, red) ada di area instalasi layanan penyakit menular dr Soetomo,” jelasnya.

Penggunaan gedung parkir diharapkan dapat dimulai dalam waktu dekat. “Itu sudah berjalan dari hari Selasa kemarin dan mudah-mudahan dalam minggu ini bisa digunakan karena 24 jam pengerjaannya,” kata dr. Pesta.

 

Sejak 2020, 757 Perawat Surabaya Terpapar Corona

Selain 75 dokter di Surabaya terpapar virus Corona, saat ini tenaga kesehatan (nakes) juga positif Covid-19. 21 Perawat positif COVID-19 itu terpapar saat kasus sedang melonjak dalam sebulan ini.

"Jumlah perawat Surabaya yang terpapar per Juni sebanyak 21 anggota, masuk RS ada 13, isoman 8," kata Ketua Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) Kota Surabaya, Misutarno SKepNs, Minggu (27/6/2021).

Misutarno mengatakan rata-rata perawat yang terinfeksi juga merawat pasien Covid-19. "Iya karena dampak lonjakan kasus dan juga karena merawat pasien Covid-19," ujarnya.

Sementara sejak pandemi COVID-19, dari 15.164 perawat di Surabaya, 757 di antaranya terpapar. 19 Di antaranya gugur dalam merawat Corona yang menyerang tubuh tersebut. "Selama pandemi sejak 2020 lalu, 757 perawat Surabaya terpapar Corona. Masuk RS 425, isoman 313, dan meninggal 19," jelasnya.

Ia pun berpesan kepada pemerintah maupun RS untuk menambah relawan perawat agar tidak kelelahan, sehingga tidak mudah terpapar. "Yang sedang bekerja tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan 5M. Bila di rumah selalu membantu memberi edukasi ke keluarga, tetangga untuk menjaga kesehatan dan 5M. Yang sakit semoga cepat sembuh. Untuk RS pemerintah maupun swasta tempat perawatan Covid-19 mohon menambah relawan perawat buat yang dinas tidak cepat capek dan kondisi menurun," harapnya. sem/ang/byb/cr2/rmc